Terekam CCTV, Pelaku Curanmor di Masjid Ternyata Warga Barru

0
336

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Aksi pencurian sepeda motor saat sholat Jum’at di Masjid Assalam Perumahan Wika Balikpapan, Kalimantan Timur terekam kamera pengawas alias CCTV, Jumat (04/01/2019).

Pelaku berhasil menggondol sebuah motor metik merek Honda Vario warna hitam dengan nomor polisi KT-4455-YZ atas nama Nur Ali, warga Kompleks Perumahan Wika, Jalan MT Haryono Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Kecamatan Balikpapan Utara.

Adalah A Bin S (30) warga Kabupaten Barru kelahiran Mamuju 15 Juli 1988, Jalan Hasanuddin, Mattirowalie, Kelurahan Tuwung, Kecamatan Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pelaku berhasil ditangkap tim Jatanras Sat Reskrim Polres Balikpapan delapan jam kemudian, berikut barang bukti berupa sepeda motor Honda Vario, serta lainnya. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dan Pemberatan (Curat) yang ancaman hukumannya di atas satu tahun penjara.

Aksi pelaku saat membawa kabur motor milik salah satu jamaah sholat Jum’at di Masjid Assalam Perumahan Wika Balikpapan, Jumat (04/01/2019).

Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta melalui Kasat Reskrim Polres Balikpapan AKP Mahfud Hidayat mengatakan, pengungkapan kasus pencurian sepeda motor (Curanmor) oleh Team Jatanras Sat Reskrim Polres Balikpapan ini berkat kerja keras tim Jatanras Sat Reskrim Polres Balikpapan berdasarkan laporan keluarga korban bernama Umar Azzam pada 04 Januari 2019.

“Alhamdulillah berkat petunjuk rekaman CCTV, tim berhasil menangkap pelaku di rumah kosnya berikut barang bukti hasil curiannya berupa satu unit motor Vario setelah 8 jam pasca kejadian,” kata Mahfud.

Mahfud menambahkan, dari hasil interogasi, pelaku mengaku aksi pencurian dilakukan sebanyak 2 kali. Meski begitu, pihaknya tidak begitu mempercayai dan akan terus melakukan pengembangan karena tidak menutup kemungkinan aksi curanmor yang dilakukan lebih dari dua kali.

“Dari pengakuan pelaku yang merupakan bekas narapidana (Napi) Rutan Makassar ini, aksi curanmor di Kota Minyak dilakukan baru di 2 TKP. Namun, kami terus melakukan pengembangan karena tidak menutup kemungkinan lebih dari pengakuannya,” pungkas Mahfud.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here