Pansus RPJMD DPRD PPU Kunjungi DPRD Balikpapan. Ini Penjelasannya

0
829

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Rombongan anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dari Pansus Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) melakukan kunjungan kerja di DPRD Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (09/01/2019).

Rombongan Wakil Rakyat Kabupaten PPU yang berjumlah 13 orang ini dipimpin langsung Ketua Pansus RPJMD Kabupaten PPU H. Rusbani S. Sos, dan diterima oleh Sekretaris DPRD Balikpapan Abdul Aziz didampingi Kabag Umum Makmur, Kabag Keuangan, perwakilan OPD Pemkot Balikpapan, staf Sekretariat DPRD Balikpapan serta lainnya.

Sejumlah program pembangunan yang masuk dalam RPJMD Kabupaten PPU yang disinkronkan dengan Kota Balikpapan menjadi galian, diantaranya tentang pembangunan jembatan Pulau Balang, jembatan Tol PPU – Balikpapan serta program peningkatan hasil pertanian PPU.

Ketua Pansus RPJMD Kabupaten PPU H Rusbani S. Sos menjelaskan, kunjungan kerja anggota DPRD Kabupaten PPU ke DPRD Balikpapan bertujuan untuk mesinergikan RPJMD Kota Balikpapan dengan RPJMD Kabupaten PPU agar perencanaan pembangunan di Kabupaten PPU bisa berjalan maksimal.

“Kunjungan kami ke Balikpapan dalam rangka sinergitas RPJMD Kota Balikpapan dengan Kabupaten PPU agar pembangunan di PPU dalam berjalan maksimal dan sesuai harapan,” ujar Rusbani saat ditemui kabargupas.com usai pertemuan.

Ketua Pansus RPJMD DPRD Kabupaten PPU, H Rusbani S. Sos memberikan keterangan usai pertemuan di ruang rapat gabungan Kantor DPRD Balikpapan, Rabu (09/01/2019).

Menurut Rusbani, program RPJMD Kabupaten PPU sangat bergantung dengan RPJMD Kota Balikpapan, utamanya di bidang pembangunan jalan tol maupun jembatan penyeberangan yang menghubungkan kedua daerah ini.

Sejumlah program pembangunan yang menjadi perhatian Panitia Khusus (Pansus) RPJMD DPRD Kabupaten PPU adalah tentang progres pembangunan jembatan Pulau Balang serta perkembangan perencanaan pembangunan jembatan tol yang menghubungkan Kabupaten PPU dengan Kota Balikpapan.

“Apalagi Kabupaten PPU telah menyertakan modal sebesar Rp 3 miliar rupiah untuk pembangunan jembatan tol tersebut, namun hingga saat ini kondisinya masih belum ada kejelasan. Sepertinya ini masih bertepuk sebelah tangan,” tambahnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap ada campur tangan dari pemerintah Pusat karena dengan adanya jembatan tol tersebut yang diuntungkan bukan hanya Kabupaten PPU, tetapi juga Kota Balikpapan.

“Kami mengakui jika kondisi Kota Balikpapan yang sudah padat penduduknya. Kemungkinan itulah yang menjadi pertimbangan atau kehati-hatian Pemerintah Kota Balikpapan dalam menentukan titik jatuhnya ujung jembatan tol Penajam dan Balikpapan tersebut,” pungkas Rusbani.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here