Pembuat SIM Palsu Ditangkap Satreskrim Polres Balikpapan

0
547

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Komplotan pemalsu dokumen penting berupa Surat Izin Mengemudi (SIM), Ijazah, dan Sertifikat Keterampilan asal Tana Grogot, Kabupaten Paser berhasil bekuk jajaran Satreskrim Polres Balikpapan, Kalimantan Timur.

Tiga komplotan pemalsu dokumen penting yang beroperasi di wilayah Kalimantan Timur ini masing-masing berinisial NS warga Jalan Martadinata Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Balikpapan Tengah serta BN dan BW warga Tana Grogot Kabupaten Paser.

NS diamankan petugas Satlantas Polres Balikpapan ketika melakukan pelanggaran arus lalu lintas di kawasan Balikpapan Center serta berkat kejelian petugas saat melakukan pemeriksaan SIM pelaku hingga diketahui bahwa SIM tersebut palsu.

Pengembangan kasus dugaan SIM palsu ini kemudian dilakukan jajaran Satreskrim Polres Balikpapan hingga polisi berhasil mengamankan 2 warga Tana Grogot yakni BN dan BW.

Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Tirta menunjukan barang bukti SIM Palsu dalam kegiatan rilis kasus di Mapolres Balikpapan, Selasa (08/01/2019).

Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta didampingi Kasat Reskrim Polres Balikpapan mengatakan, terungkapnya sindikat pemalsu dokumen penting ini berawal dari pelanggaran lalu lintas yang dilakukan salah satu pelaku berinisial NS di kawasan Balikpapan Center pada 29 Desember 2018 lalu, sekitar pukul 10.00 Wita.

“Pelaku NS melanggar rambu lintas hingga diamankan petugas Satlantas Polres Balikpapan dengan memeriksa kelengkapan SIM maupun kelengkapan surat kendaraan lainnya. Dari pemeriksaan itu petugas kami mendapati jika SIM yang digunakan adalah palsu,” kata Wiwin.

Dia menambahkan, kasus ini kemudian ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polres Balikpapan hingga pada 30 Desember 2018 pihaknya berhasil mengamankan dua pelaku asal Tana Grogot, Kabupaten Paser berinisial BN sebagai perantara dan BW sebagai pembuat dokumen palsu.

“Dari pengakuan BW, pelaku pembuat dokumen palsu mendapatkan upah sebesar Rp100.000 setiap kali mendapat order dari pelaku BN. Sementara, BN mendapat keuntungan dari bisnis “nyeleneh” ini sebesar Rp300.000. Sedangkan NS selaku pemilik SIM B-II memperolehnya dengan membayar biaya pembuatan SIM palsu sebesar Rp400.000,” tambahnya.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here