Ditangkap Ditresnarkoba, Petani Ganja Rumahan Belajar Dari YouTube

0
193

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Jajaran Ditresnarkoba Polda Kaltim melakukan penggerebekan sebuah rumah warga di kawasan Jalan Soekarno Hatta Km 05 Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, Rabu (23/01/2019) malam.

Penggerebekan yang dilakukan sekitar pukul 20.30 Wita ini terkait laporan masyarakat tentang seorang penghuni rumah bernama Jauhari (34) melakukan penanaman pohon yang diduga pohon ganja.

Dari penggerebekan, polisi berhasil menangkap Jauhari berikut 15 batang pohon ganja siap panen yang ditanam pada media pot dengan usia pohon ganja antara 2 hingga 7 bulan.

Penggerebekan yang dipimpin langsung Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Kaltim Kombes Pol Ahmad Shauri juga berhasil menemukan ganja kering yang sudah dikemas dalam 15 bungkus kecil serta beberapa bibit tanaman ganja yang siap dipindahkan ke media pot dan benih ganja hasil panen.

Tentu saja, terungkapnya keberadaan petani ganja rumahan ini jadi prestasi tersendiri bagi jajaran Ditresnarkoba Polda Kaltim. Padahal, lokasi penanaman pohon ganja ilegal yang dilakukan tersangka ini tidak jauh dari Mako Polsek Balikpapan Utara.

Dari pengakuan tersangka, Jauhari, mendapatkan bibit ganja dari seorang warga di Samarinda serta mendapatkan ilmu menanam ganja melalui YouTube.

“Saya dapat benih ganja dari seseorang di Samarinda. Bibit kemudian saya semai dalam botol plastik berisi tanah yang diambil dari kawasan Lamaru. Ketika sudah tumbuh lalu dipindahkan ke pot. Ilmu menanam ganja Saya dapat dari You Tube,” kata Jauhari.

Dia menambahkan, aktivitas menanam ganja sudah dilakukan hampir setahun dan hasil dari panen digunakan sendiri.

“Hampir setahun saya menanam pohon ganja di rumah yang hasilnya baru sekali panen. Hasil panen saya gunakan sendiri,” tambah Jauhari.

Sementara itu, Direktur Resnarkoba Polda Kaltim Kombes Pol Akhmad Shauri mengatakan, penggerebekan rumah warga yang dijadikan lokasi penanaman pohon ganja oleh tersangka berkat laporan masyarakat.

“Laporan kita tidak lanjuti dengan melakukan penggerebekan hingga ditangkap Jauhari sebagai penanam pohon ganja ilegal,” ujar Akhmad Shauri.

Dari pengakuannya, tambah Akhmad Shauri, tersangka mendapatkan bibit dari seseorang di Samarinda dan baru sekali panen yang hasil panennya dimanfaatkan sendiri dan selebihnya dijual.

“Untuk pengembangan, tersangka berikut barang bukti belasan pohon ganja dan paketan ganja kering di badan dibawa ke Polda Kaltim guna dilakukan pemeriksaan. Terkait dugaan jaringan peredaran ganja di Balikpapan, kami sedang lakukan pengembangan,” pungkasnya.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here