Caladium 3 Tak Miliki IMB, Komisi 3 Nilai Tidak Ada Ketegasan Pemerintah

0
330

Kabargupas.fom, BALIKPAPAN – Inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan, Kalimantan Timur di perumahan Caladium 3 Jalan Indrakila Kelurahan Gunung Samarinda Baru menemukan sejumlah persoalan.

Selain menimbulkan banjir lumpur di pemukiman warga yang ada dibawahnya, aktivitas pembangunan perumahan Caladium 3 juga menimbulkan persoalan lain, diantaranya rembesan air dari bozem yang merembes masuk ke rumah warga hingga soal pembuangan air dari bozem.

Tak hanya itu, pengembang Caladium 3 dalam melakukan aktivitas pembangunannya ternyata tidak memiliki izin mendirikan bangunan atau IMB, namun pembangunan rumah di kawasan ini tetap berjalan.

Akibatnya, rombongan Komisi 3 bersama sejumlah perwakilan OPD terkait dibuat kecewa. Bahkan, dalam sidak ini nyaris terjadi keributan antara perwakilan pengembang dan warga, yang kecewa terhadap pembangunan perumahan yang tidak memenuhi aturan hingga menimbulkan dampak di pemukiman yang di bawahnya.

Ketua Komisi 3 DPRD Balikpapan Nazaruddin mengatakan, sidak yang dilakukan Komisi 3 ini menindaklanjuti laporan masyarakat tentang pembangunan perumahan yang tidak mengikuti aturan yang sudah ditentukan.

“Streasing nya adalah pengawasan dari pemerintah. Pemerintah, khususnya OPD terkait jangan hanya mengeluarkan izinnya tetapi tidak diawasi. Permasalahan di lapangan ini tidak ada IMB tapi pembangunan tetap jalan. Saya minta ketegasan dari pemerintah, langkah langkah apa yang diambil kalau sudah jadi begini dan ini dampaknya jelas sekali merugikan masyarakat setempat,” kata Nazaruddin.

Atas permasalahan ini, tambah Nazaruddin, ke depan pihaknya akan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk pengembang Perumahan Caladium 3 dan warga setempat untuk dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) guna mengetahui duduk permasalahannya.

“Karena tidak memiliki IMB, Kami merekomendasikan kepada Satpol PP Balikpapan jangan dulu ada kegiatan di lapangan sebelum dibagusi bozemnya, dan harus ada kajiannya untuk aliran air dari bozem kemana,” tambah Nazaruddin.

Salah satu yang menjadi keluhan warga adalah kondisi bozem yang alakadarnya karena berimbas langsung ke rumah warga.

Pihaknya meminta Dinas Pekerjaan Umum bersama pengembang untuk melakukan kajian terhadap aliran bozemnya yang berada di bawah perumahan. Kami juga meminta agar aliran airnya jangan semena mena melewati rumah warga.

Sekretaris RT 11 Kelurahan Gunung Samarinda Baru Adi Amir mengatakan, sejak adanya aktivitas pembangunan perumahan ini banjir lumpur kerap menerjang ke pemukiman warga yang ada kondisinya memang lebih rendah. Termasuk dengan kondisi bozem yang tidak sesuai, tentu akan berdampak terhadap rumah warga di bawahnya karena akan merusak pondasi rumah warga.

“Kalau ini dibiarkan, dipastikan rumah kami akan miring suatu saat. Dan, ketakutan kami adalah tanah akan kehilangan ikatan yang menyebabkan tanah ambles seperti peristiwa di Poso. Yang lebih kami takutkan adalah ketika pengembang lepas tangan karena rumah sudah terjual, keributan antar warga bisa terjadi,” kata Adi.

Sementara itu perwakilan pengembang Syahrir membantah jika pembangunan perumahan Caladium 3 menimbulkan masalah terhadap warga yang tinggal di lingkungan sekitar.

Menurutnya, sejak aktivitas pembangunan berjalan tidak ada keluhan warga, namun setelah sekian lama baru ada yang menyalahkan kegiatan pembangunan ini.

“Kami dari awal, sebelum ada ide pembangunan ini selalu siap yang terbaik. Bahkan di perizinan saya mengatakan mau menjadi percontohan pengembang yang baik. Sosialisasi sehingga lainnya sudah dilakukan,” ujar Syahrir.

Terkait adanya keluhan warga yang terdampak dari aktivitas pembangunan perumahan ini, Syahrir kembali mempertanyakan warga yang mana, yang merasa dirugikan atas pembangunan perumahan ini.

“Warga yang bagaimana dulu, kalau cuma satu dua orang yang punya keinginan seperti ini jangan bilang warga, itu oknum. Ini menyangkut selera, yang jelas niatan kami sebagai pengembang itu yang terbaik,” tambah Syahrir.

Penulis: Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here