Prostitusi Online dari MiChat Diungkap, Polres Amankan 1 Mucikari dan 2 Wanita

0
1246

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Jajaran Satreskrim Polres Balikpapan dari unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) berhasil membongkar kasus dugaan perdagangan orang melalui media sosial atau prostitusi online, Rabu (13/02/2019).

Seorang pria bernama Adi Setianto (22), warga Jalan S. Parman Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda yang diduga mucikari berhasil diamankan petugas.

Adi ditangkap saat mengantarkan 2 wanita muda yang diduga pekerja seks komersial (PSK) di salah satu hotel di kawasan jalan Ery Suparjan Klandasan Ulu yang dipesan petugas Tipidter yang menyamar sebagai tamu hotel melalui media sosial MiChat.

Dari tangan tersangka, selain dua wanita yang diduga PSK, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) unit handphone merk vivo jenis V5S warna pink milik pelaku yang memperdagangkan, 4 (empat) kotak kondom merk fiesta @3 pcs, dan uang tunai sebesar Rp 1.000.000 ( satu juta rupiah).

Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta melalui Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat mengatakan, pada Rabu 06  Februari 2019, petugas Tipidter Polres Balikpapan telah berhasil melakukan pengungkapan perkara perdagangan orang alias prostitusi online yang dilakukan seorang pria atas nama Adi Setianto.

“Bermula dari anggota Sat Tipidter melakukan penyelidikan terkait dengan adanya prostitusi online di wilayah Kota Balikpapan. Pada awalnya anggota Tipidter melakukan penyelidikan dengan menyamar untuk memesan B.O (Boking) 2 wanita untuk diperdagangkan melalu media aplikasi online MiChat,” ujar Makhfud.

Setelah melakukan negosiasi harga dengan penjual, tambah Makhfud, pada pukul 20.00 wita pelaku tiba dan membawa 2 wanita ke hotel yang sudah disepakati untuk menemui pelanggan.

Pelaku Adi Setianto tak berkutik saat ditangkap anggota Tipidter Satreskrim Polres Balikpapan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dia menambahkan, ketika bertemu dengan pelanggan pelaku yang memperdagangkan sepakat untuk memberikan down payment (DP) sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah)  dan jika setelah digunakan akan dibayar full dengan masing masing per wanita Rp 1.800.000, (satu juta delapan ratus ribu rupiah). Saat pembayaran DP itulah  pelaku langsung  ditangkap.

“Untuk barang bukti, kami mengamankan 1 unit HP pelaku, empat kotak kondom, dan uang hasil transaksi berjumlah Rp 1 juta, Sedangkan kedua wanita yang turut diamankan tidak ditahan hanya sebagai saksi dan dikenai wajib lapor,” terangnya.

Dari pengakuan pelaku, Adi Setianto kepada petugas, dirinya menjadi penyedia dengan memperkenalkan wanita yang memang sudah di boking  untuk pria hidung belang dengan berkomunikasi melalui  media sosial MiChat.

“Setelah sepakat dengan harga, maka dua wanita yang diinginkan pemesan langsung diantar sampai pintu kamar hotel,” kata Adi.

Sementara itu, Kanit Tipidter Polres Balikpapan Ipda Henny Purba mengatakan, perbuatan pelaku yang menawarkan dua wanita untuk tujuan mengeksploitasi orang tersebut di wilayah NKRI atau setiap orang yang berusaha menggerakkan orang lain supaya melakukan tindak pidana perdagangan orang dan tindak pidana itu tidak terjadi, dijerat dengan pasal 2 atau pasal 9 UU No. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

“Atas perbuatannya, pelaku kita jerat dengan Pasal 2 atau pasal 9 UU RI No. 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda Rp 600 juta,” pungkas Henny.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here