Tutup Dikmaba, Pangdam VI/Mulawarman Lantik 178 Bintara TNI AD

0
589

Kabargupas.com, BANJARBARU – Bertempat di lapangan Ksatria, Rindam VI/Mulawarman Gunung Kupang Banjarbaru, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto melantik 178 Bintara Prajurit Karir TNI AD sekaligus menutup Pendidikan Pertama Sekolah Calon Bintara Prajurit Karir (Dikmaba PK) TNI AD Tahun 2018, Senin (18/02/2019).

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain, Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani, Danrem 101/Antasari Kolonel Inf M.S. Ismed, Danrindam VI/Mulawarman beserta Staf, Forkopimda Kota Banjarbaru dan tamu undangan lainnya. Tak ketinggalan, orang tua dan keluarga para prajurit yang berasal dari wilayah Kaltara, Kaltim dan Kalsel.

Acara penutupan pendidikan dimeriahkan dengan aksi demonstrasi yang menarik, seperti bongkar pasang senjata, beladiri Yong Moodo dan Taktik Regu. Untuk penghargaan diberikan kepada Serda Ardiansyah sebagai lulusan terbaik Dikmaba PK TNI AD Rindam VI/Mulawarman 2018.

Dalam sambutannya, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto mengatakan, para lulusan Dikmaba dapat mewariskan pengalamannya selama proses rekruitmen atau penerimaan sampai menjadi prajurit kepada saudara-saudaranya maupun teman-temannya untuk menjadi prajurit TNI AD.

“Sehingga nantinya dapat lahir prajurit-prajurit yang mampu berprestasi, untuk waktu yang akan datang, dan menjadi TNI Angkatan Darat yang dapat dibanggakan oleh keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” ujar Subiyanto kepada awak media.

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto mengalungkan medali sebagai bukti kelulusan pendidikan prajurit TNI AD.

Sementara itu, Kapenrem 101/Antasari Mayor Caj Iskandar mengatakan bahwa dalam proses penerimaan atau rekruitmen TNI AD ada pengkhususan bagi putera daerah dari wilayah terpencil sebagai bentuk kepedulian TNI AD kepada putera terbaik dari daerah, khususnya pulau terluar, perbatasan dan pedalaman, yang selama ini kesulitan untuk mengakses pendaftaran menjadi calon prajurit TNI, dikarenakan faktor jarak yang terisolir, lokasi yang cukup jauh, faktor ekonomi dan faktor lainnya.

“Hal ini dilakukan karena akan berpengaruh langsung terhadap pembangunan kekuatan TNI AD apabila para prajurit tersebut kembali ke daerah asalnya sebagai pengawal perbatasan NKRI,” ujar Iskandar.

Oleh karena itu, tambah Iskandar, di dalam setiap proses penerimaan calon prajurit, harus direncanakan dan dilaksanakan secara baik, melalui tahap penyeleksian yang dilakukan secara ketat, dengan tetap mempertimbangkan aspek kualitas sumber daya manusia, agar diperoleh hasil yang diharapkan.

Prosesi pelantikan prajurit TNI AD di lapangan Ksatria Rindam Banjarbaru, Senin (18/02/2019).

Pada kesempatan lain, salah satu lulusan Dikmaba PK TNI AD 2018 Serda Paren mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan berharga yang diberikan kepadanya untuk menjadi Prajurit TNI AD.

“Menjadi prajurit yang terbaik digaris depan dan menjaga perbatasan, serta berguna bagi Nusa dan Bangsa adalah kebanggaan tersendiri bagi kami. Semoga amanah yang diberikan ini dapat kami laksanakan dengan baik,” ucap Paren penuh semangat.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh orangtua Serda Sandi yang menyampaikan rasa syukur dan terimakasih karena TNI AD telah memberikan kesempatan kepada putranya menjadi prajurit TNI AD dan berharap ke depan makin banyak putra putri daerah yang dapat menjadi Prajurit TNI sehingga dapat berguna bagi Nusa dan Bangsa.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati
Sumber : Pendam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here