Dirjen IKMA Hadiri Pembukaan Rakor Pengarahan Pengendalian Pengelolaan DIPA 2019

0
385

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Rapat Koordinasi Pengarahan Pengendalian Pengelolaan DIPA tahun anggaran 2019 digelar Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Dirjen IKMA) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia di Hotel Novotel Jalan Ery Suparjan Balikpapan, Minggu (24/02/2019) malam.

Kegiatan yang digelar bekerja sama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kaltim dan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perindustrian Kota Balikpapan ini dihadiri Dirjen IKMA Gati Wibawaningsih, dan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi yang ditandai dengan pemukulan gong didampingi Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.

Dirjen IKMA Gati Wibawaningsih dalam sambutannya mengatakan, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai penyelenggara rakor ini dan juga telah memproses penyusunan Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP).

Menurut Gati, perlu disampaikan bahwa penyusunan RPIP tersebut diamanahkan dalam Undang Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, sebagai turunan dari RIPIN dan merupakan perencanaan pembangunan industri selama 20 tahun ke depan.

“Kami berharap hal ini dapat menjadi dorongan bagi provinsi lainnya untuk menyelesaikan RPIP dan kemudian dilanjutkan dengan penyusunan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten/Kota (RPIK) masing-masing daerah. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Perindustrian Provinsi di seluruh Indonesia dan Tim Ditjen IKMA karena pada tahun 2018 lalu, dapat merealisasikan anggaran tertinggi di Kementerian Perindustrian yaitu sebesar 95,37% sehingga target-target kinerja yang ditentukan dapat dicapai,” kata Gati.

Saat ini, tambah Gati, dunia sedang memasuki era revolusi industri 4.0, yaitu suatu tahapan yang menekankan pada pola ekonomi digital, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya.

Dirjen IKMA Gati Wibawaningsih (5 dari kanan) foto bareng Wagub Kaltim Hadi Mulyadi usai (5 dari kiri) usai pembukaan rakor di Hotel Novotel Balikpapan, Minggu (24/02/2019).

Dalam rangka mempersiapkan sektor industri nasional memasuki era revolusi industri 4.0,  ungkap Gati, Presiden telah mencanangkan inisiasi “Making Indonesia 4.0” sebagai salah satu agenda pembangunan nasional untuk mempercepat pencapaian aspirasi menjadi negara 10 ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030 dan optimis bahwa era industri 4.0 akan memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk memajukan perekonomian nasional.

Lebih lanjut, sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagai salah satu penyangga ekonomi dan tulang punggung perekonomian nasional khususnya di negara berkembang yang harus terus diperkuat.

Pada tahun 2016, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa jumlah unit usaha IKM mencapai 4,4 juta unit dan menyerap tenaga kerja sebanyak 10,1 juta orang dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 4 persen.

“Dengan kontribusi tersebut, IKM memiliki peran cukup dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial, dan pengembangan sektor swasta yang dinamis,” tambahnya.

Dia menjelaskan, dalam memperkuat pemasaran produk sektor industri, khususnya produk IKM, Kementerian Perindustrian menyiapkan berbagai program diantaranya melalui program e-Smart IKM, tujuannya agar dapat mempunyai “database IKM” dan menjadi showcase produk sendiri dan bukan menjadi reseller produk negara lain.

Melalui program ini, diharapkan akses pasar dan akses pendanaan ikut dapat meningkat. Selain itu, pembinaan terhadap IKM juga dilakukan melalui program OVOP, yang merupakan pendekatan pengembangan potensi daerah di satu wilayah untuk menghasilkan satu produk kearifan lokal, berkelas global yang khas daerah dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

Dirjen IKMA Gati Wibawaningsih bersama Wagub Kaltim Hadi Mulyadi meninjau produk UKM yang dipamerkan dalam kegiatan rakor di Hotel Novotel Balikpapan.

“Masih banyak program lainnya seperti kewirausahaan melalui (pondok pesantren, Lapas, daerah tertinggal/ perbatasan), pengembangan produk IKM, pengembangan sentra IKM, restrukturisasi mesin/ peralatan IKM, pengembangan UPT IKM, dan lain-lain.
Perlu disampaikan juga bahwa dalam RPJMN 2015-2019 diharapkan industri kecil dapat tumbuh sebesar 20.000 unit usaha,” terang Gati.

Dia menambahkan, hal ini memerlukan upaya yang kuat baik Pusat dan Daerah melalui pembinaan dalam rangka penumbuhan wirausaha industri kecil. Disinilah pentingnya suatu kerjasama, kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah, Pemerintah Daerah, Asosiasi, Lembaga Litbang, Lembaga Pendidikan, Lembaga Perbankan dan pelaku industri untuk dapat mencapai target-target yang ditentukan.

“Melalui kesempatan yang baik ini, kami berpesan agar seluruh program dan kegiatan pada tahun 2019 ini dapat dilaksanakan dengan baik dan mengacu pada ketentuan yang berlaku. Segala upaya yang telah dilakukan menjadi bahan evaluasi kita bersama sehingga tahun ini dan ke depan dapat dilaksanakan lebih baik lagi, dan lebih dirasakan manfaatnya bagi masyarakat khususnya IKM. Tentunya, tujuan dari acara ini tidak terlepas dari upaya koordinasi, sinkronisasi dan sinergi program kegiatan Pusat, Dekonsentrasi IKM serta BPIPI yang pada kesempatan ini juga hadir bersama,” paparnya.

Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perindustrian Republik Indonesia karena Balikpapan dijadikan sebagai tempat pertemuan ini.

“Kami sangat berterima kasih karena sudah mendapat perhatian dari Kementerian Perindustrian, termasuk bantuan yang sudah diberikan. Ya kalau bisa bantuan yang diberikan bisa ditambah lagi,” ucap Hadi Mulyadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kaltim Fuad Asaddin mengatakan, tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah terwujudnya koordinasi pelaksanaan program dan kegiatan pertumbuhan dan pengembangan UKM di pusat dan daerah serta tercapainya target kinerja yang telah ditetapkan dari Dirjen IKMA.

“Semoga dengan rakor ini akan terwujud koordinasi dan tercapainya target kinerja yang sudah ditetapkan Dirjen IKMA,” kata Fuad.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here