Pangdam Resmikan Masjid Al-Ikhlas di Kompleks Yon Zipur 17/Ananta Dharma

0
338

Kabargupas.com, SAMARINDA – Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto meresmikan Masjid Al-Ikhlas di kompleks Batalyon Zipur 17/Ananta Dharma Kecamatan Sambutan Jalan Porwobirangun RT 15, Makroman, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (15/03/2019).

Peresmian masjid yang dilakukan orang nomor satu di jajaran Kodam VI Mulawarman ini juga dirangkai dengan  peletakan batu pertama Panti Asuhan Al-Ikhlas di lokasi yang sama.

Peresmian tersebut dihadiri sejumlah pejabat Pemrov Kaltim, Pemkot Samarinda, Kaporesta Samarinda serta sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Hadir pula Kasrem 091/ASN, Kolonel Inf Ruslan Efendi, Danyon Zipur 17/AD Letkol Czi Parabe dan Ketua Panitia Pembangunan Syaifuddin Zuhri.

Peresmian Masjid Al-Ikhlas ini ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Pangdam VI/Mulawarman, disaksikan seluruh undangan dari berbagai elemen masyarakat.

Pembangunan masjid yang rampung lebih cepat dari yang ditargetkan itu langsung digunakan masyarakat, tak kecuali Pangdam VI/Mulawarman dengan jajaran TNI untuk melaksanakan ibadah salat Jumat.

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersamaan dan kerukunan beragama.

“Adanya keberadaan masjid ini menambah kelengkapan sarana yang dimaknai perwujudan spiritual sebagai tempat beribadah bagi warga setempat,” ujar Subiyanto.

Dia menambahkan, selaku Pangdam VI/Mulawarman dan pribadi, pihaknya merasa bersyukur dan berbahagia atas selesainya pembangunan Masjid Al-Ikhlas ini, sehingga akan lebih menggugah nurani prajurit dan umat Islam untuk senantiasa menjalankan ibadah dan kewajibannya kepada Allah SWT.

Menurut Jenderal bintang dua di pundak ini, keberadaan Masjid Al-Ikhlas di kompleks Batalyon Zipur 17/Ananta Dharma yang dibangun kurang lebih 9 bulan merupakan kerjasama Kodam VI/Mulawarman dengan berbagai pihak yang telah membantu sehingga pengerjaan masjid lebih cepat dari perkiraan yang direncanakan sebelum-nya (1 tahun).

“Keberadaan masjid Al-Ikhlas diharapkan bukan hanya sekedar menambah kelengkapan sarana satuan, namun hendaknya bisa dimaknai sebagai perwujudan spiritual bagi umat Islam, dimana Masjid memiliki dua fungsi yaitu sebagai tempat ibadah sekaligus sebagai tempat bersilaturahmi bagi umat Islam,” ungkap Subiyanto.

Perlu kita ketahui bersama, terang Subiyanto, Masjid Al-Ikhlas di bangun di atas tanah seluas 400 M2, diharapkan dapat menampung jamaah hingga 500 orang. “Saya berharap agar Masjid ini selain dijadikan sebagai sarana ibadah dan sarana perekat umat Islam, juga dapat digunakan sebagai pemersatu dengan masyarakat yang ada di sekitar komplek ini,” pesannya.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati
Sumber : Penrem 091/ASN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here