Pengoperasian 4.260 SR Jargas di PPU Akhirnya Diresmikan

0
179

Kabargupas.com, PPU – Sebanyak 4.260 sambungan rumah tangga (SR) jaringan gas (Jargas) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akhirnya diresmikan pengoperasiannya, Rabu (27/03/2019).

Peresmian Jargas kota ini dilakukan di Jalan Provinsi KM 4 Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam oleh anggota Komite BPH Migas Jugi Prajogio didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten PPU Tohar mewakili Bupati PPU Abdul Gafur Masud yang berhalangan hadir karena ada kesibukan lain.

Hadir dalam peresmian ini anggota H. Ihwan Datu Adam, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso, Direktur Logistik Suplay Chain dan Infratruktur PT Pertamina (Persero) Gandhi Sriwidodo, Direktur Keuangan dan Dukungan Bisnis PT Pertamina Gas Tenny R.A. Rusdy, dan President Director PT Pertagas Niaga Linda Sunarti.

Dengan diresmikannya 4.260 SR Jargas ini menandai bahwa masyarakat Kabupaten PPU telah merasakan manfaat Jargas. Jargas di Kabupaten PPU merupakan yang pertama kali dibangun oleh Ditjen Migas, Kementerian ESDM dengan APBN tahun anggaran 2018.

Jargas Kabupaten PPU ini tersebar di Kelurahan Nenang, Penajam, Nipah-nipah, Gunung Seteleng hingga Sungai Parit.

Anggota Komite BPH Migas Jugi Prajogio mengatakan, jaringan gas bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil sesuai Perpres Nomor 6 tahun 2019, dinyatakan bahwa Menteri melakukan perencanaan, penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui jargas yang didasarkan pada volume kebutuhan penyaluran gas bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil, ketersediaan sumber gas bumi dan ketersediaan infrastruktur penunjang.

“Pembangunan Jargas di Penajam Paser Utara telah memenuhi kriteria tersebut sehingga Pemerintah juga membangun Jargas disini untuk masyarakat agar mendapatkan manfaat dan memperbaiki perekonomian masyarakat,” kata Jugi.

Dia menambahkan, terkait kebijakan jargas, BPH Migas memiliki fungsi dalam penetapan harga jual gas bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil, khususnya di PPU telah ditetapkan sebesar Rp4.250/M3.

Uji coba pengoperasian Jargas di salah satu rumah warga oleh anggota Komite BPH Migas dan anggota Komisi VII DPR RI Iwan Datu Adam disaksikan para pejabat.

“Harga ini jauh lebih ekonomis dibandingkan dengan LPG 3 kg, harapan kami masyarakat dapat merasakan manfaat dari Jargas dengan jauh lebih mudah dan murah,” tambahnya.

Lebih lanjut, ujar Jugi, program jargas merupakan program Pemerintah melalui Kementerian ESDM guna memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akses energi gas yang murah, mudah dan aman.

Sejak dibangun pertama kali pada tahun 2009, total SR Jargas yang terbangun dengan dana APBN hingga saat ini mencapai 325.773 SR yang terdistribusi di 16 Provinsi, dan 40 kabupaten/kota. Pada tahun 2019, rencananya akan dibangun sebanyak 78.216 SR Jargas di 18 lokasi.

“Jadi, total Jargas yang dibangun di Provinsi Kalimantan Timur mencapai 34.574 SR yang tersebar di Balikpapan sebanyak 8.849 SR, Bontang 16.965 SR,  PPU 4260 SR dan Samarinda sebanyak 4.500 SR. Untuk kedua kalinya, Balikpapan mendapatkan program Jargas bagi rumah tangga dari Pemerintah,” pungkasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten PPU Tohar menyambut gembira dengan diresmikannya Jargas sambungan rumah tangga untuk peningkatan perekonomian masyarakat Kabupaten PPU.

“Atas nama Pemkab PPU kami sangat berterima dengan diresmikannya Jargas sambungan rumah tangga bagi masyarakat PPU. Program Kementerian ESDM ini, hendaknya tidak berhenti di sini saja, namun harus terus berkelanjutan agar masyarakat, khususnya warga PPU benar benar bisa menikmati Jargas ini,” kata Tohar.

Sementara itu, anggota Komisi VII DPR RI H. Iwan Datu Adam berjanji akan kembali memperjuangkan warga PPU untuk kembali mendapatkan tambahan Jargas sambungan rumah tangga ini di tahun berikutnya.

“Program Jargas ini gratis, jika ada yang oknum yang memungut biaya atas pemasangan Jargas ini laporkan ke saya,” kata Iwan Datu Adam.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here