Dukung Program Pemerintah, Pertamina dan DLH Lakukan Uji Emisi 623 Kendaraan

0
254

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Pertamina Marketing Operation Region kembali bekerjama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan dalam melakukan kegiatan uji emisi yang dilangsungkan di Depot LPG Balikpapan, Kamis (11/04/2019).

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di tiga tempat yang berbeda dan Pertamina menjadi tuan rumah terakhir. Pengujian emisi kendaraan tidak hanya atas kolaborasi Pertamina dan DLH, tetapi juga turut didukung oleh Satlantas Polres Balikpapan, Dinas Perhubungan Balikpapan, dan mahasiswa Politeknik Negeri Balikpapan dalam pendataan kendaraan dan hasil uji.

Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 08.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita dan didapatkan 623 kendaraan roda empat yang diuji, 503 berbahan bakar gasoline, dan 90 kendaraan berbahan bakar diesel. Sebanyak 94,86% atau 591 unit yang lulus uji, dengan rincian 502 unit gasoline (94,18%) dan 89 unit (98,89%).

Region Manager Communication & CSR Kalimantan Heppy Wulansari mengatakan, Pertamina mendukung penuh program pemerintah karena sejalan dengan Pertamina yang terus berinovasi dalam menciptakan produk berkualitas dan ramah lingkungan serta terus berimprovasi untuk menjadi green company.

“Kami mendukung program ini karena sejalan dengan Pertamina yang terus berinovasi dalam menciptakan produk berkualitas dan ramah lingkungan,” kata Heppy.

Usai melakukan uji emisi, petugas memberikan keterangan kepada pengemudi kendaraan.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini pengendara dapat lebih peduli terhadap kualitas udara dan melakukan perawatan rutin kendaraannya dan menggunakan bahan bakar yang berkualitas.

“Gunakanlah produk-produk Pertamina yang berkualitas, gasoline (Pertamax, Pertamax Turbo), dan untuk gasoil (Dexlite, Pertamina Dex). Bukan hanya mesin kendaraan berusia lebih panjang, tetapi juga kita mendukung lingkungan lebih bersih,” pungkas Heppy.

Sementara itu Ketua Pelaksana dari DLH Kota Balikpapan Supriyanto mengatakan, uji emisi ini dilakukan untuk mengukur emisi gas buang dari kendaraan bermotor (mesin bensin maupun diesel) dengan menggunakan alat khusus yang disebut Gas Analyzer.

“Kami lakukan uji petik (spot check) ini sebagai bentuk langkah persiapan, antisipasi, sosialisasi, dan ketaatan pada Peraturan Menteri Nomor 5 Tahun 2006 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Lama serta dalam upaya menurunkan pencemaran udara dari sektor transportasi melalui promosi dan penerapan kebijakan transportasi berkelanjutan di daerah perkotaan guna terwujudnya kualitas udara bersih di perkotaan,” ujar Supriyanto.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here