Bapemperda DPRD Balikpapan Rampungkan 4 Kajian Akademik, 1 Kajian Menyusul

0
85

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Lima naskah akademik Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dari beberapa kajian, 4 kajian sudah diselesaikan dan siap diajukan menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kota Balikpapan.

“Alhamdulillah bisa merampungkan 5 kajian dari beberapa kajian yang diajukan. Dan Alhamdulillah 4 kajian sudah selesai,” kata Ketua Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Balikpapan Ida Prahastuty saat ditemui Kabargupas.com usai mengikuti Focus Group Discussion (FGD) tentang RIPOW (Rancangan Induk Pengembangan Objek Wisata) yang digelar DPRD Balikpapan bekerjasama dengan Universitas Brawijaya Malang, beberapa waktu lalu.

Menurut Ida, pihaknya berharap dengan adanya naskah akademik ini, kemudian ada juga draf Raperda, dan ada uji petik yang dilibatkan seperti masyarakat, stakeholder terkait, dan juga para pemangku kebijakan, terutama masyarakat untuk lebih memberikan saran dan masukan yang sangat konstruktif agar Raperda ini tidak putus di tengah jalan tapi juga memiliki akuntabilitas yang baik.

“Sehingga apa yang didiskusikan ini, nanti bisa dilanjutkan oleh teman-teman yang duduk di DPRD dalam bentuk Perda untuk di tahun 2020 yang akan datang,” terang Ida.

Di 2019 ini, lanjut Ida menjelaskan, target pembuatan Perda sejauh ini, Bapemperda DPRD Balikpapan mempunyai 9 prioritas. Dan dari 9 itu, 4 diantaranya sudah dirampungkan dan saat ini 5 kajian berikutnya sedang dilakukan pembahasannya.

“Sebenarnya sudah hampir mencapai 50 persen dari 9 Raperda tersebut, karena 6 sudah dirampungkan sehingga ada kerja politis di bidang legislasi yang memang bisa dilihat oleh masyarakat,” tambah Ida.

Dan tentu ini, ujarnya, adalah kabar yang menggembirakan bahwa Perda-Perda yang dihasilkan, contoh Perda tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik kemarin. “Kemudian juga ada beberapa Perda saya lupa sangking banyaknya itu sudah kita telurkan dan ini kemudian yang sangat yang baik ada 4, tinggal satu lagi tentang kualitas air,” paparnya.

Suasana Focus Group Discussion yang digelar DPRD Balikpapan, beberapa waktu lalu.

Mudah-mudahan, harap Ida, dalam waktu dekat, yakni pada 16 Mei 2019 pekan depan akan segera di-FGD-kan sehingga masyarakat bisa memberikan saran dan masukan sebanyak-banyaknya terhadap apa yang menjadi kerja legislasi dari DPRD Kota Balikpapan.

“Dari 9 Raperda yang diusulkan DPRD Balikpapan tersebut sudah ada yang menjadi Perda, yakni ada tiga Perda. Dan kemarin sudah kita masukkan nopen sehingga nanti kita berharap teman teman yang akan melanjutkan di DPRD tinggal melakukan beberapa tahapan-tahapan sesuai dengan peraturan perundangan undangan yaitu ada Pandangan Umum Fraksi, Jawaban Walikota, kemudian dan pandangan akhir dari Fraksi sehingga apa yang sudah kita lakukan pada hari ini insyaallah teman teman yang duduk tinggal melanjutkan saja,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh mengatakan, pembahasan naskah akademik tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) RIPOW melalui FGD ini dapat menyatukan visi para Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat dan masyarakat luas. Tujuannya, agar dalam penyusunan Raperda RIPOW ini sesuai dengan harapan masyarakat Balikpapan.

Menurut Abdollah, dengan Raperda RIPOW ini nantinya, akan dapat meningkatkan PAD kota Balikpapan, khususnya sektor pariwisata.

“Kita tidak bisa berharap PAD dari Migas saja, melainkan ada potensi baru akan menjadi potensi daerah secara jangka panjang. Kita juga perlu menciptakan destinasi atau pariwisata baru, di Balikpapan. Tidak hanya sekedar mengandalkan wisata pantai saja,” ujar Abdulloh.

Menyinggung, mengenai alokasi anggaran disektor pariwisata. Pihaknya, akan dimaksimalkan di tahun depan, menyusul selesainya Raperda RIPOW yang dijalankan.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here