Proses Hukum 3 Tersangka Kosmetik Ilegal Yang Ditangani Tipidter Polres Balikpapan Jalan Terus

0
266

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Kasus kosmetik ilegal yang ditangani oleh Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Balikpapan hingga kini masih terus berjalan.

Berkas tiga tersangka pemalsu kosmetik ilegal itu sudah masuk di Kejaksaan Negeri Balikpapan pada 25 Maret lalu. Namun, dikarenakan adanya berkas yang harus dilengkapi, berkas ketiga tersangka masing-masing berinisial IM (26), NL (26) dan EG (25) dikembalikan ke Polres Balikpapan.

Ketiga perempuan pemilik salon yang juga tersangka pemalsu kosmetik ilegal tersebut bersiap siap merasakan dinginnya sel Rumah Tahanan Negara (Rutan) Balikpapan jika berkas ketiganya lengkap alias P21.

Kasatreskrim Polres Balikpapan AKP Makhfud melalui Kanit Tipidter Satreskrim Polres Balikpapan, Ipda Henny Purba mengatakan, berkas perkara kasus kosmetik ilegal yang menjerat 3 pemilik salon yang sebelumnya telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Balikpapan ini  dikembalikan lagi ke Polres Balikpapan pada 23 April 2019 lalu lantaran dinilai masih kurang lengkap.

“Ada 8 petunjuk kekurangan yang harus dilengkapi oleh penyidik Unit Tipidter Satreskrim Polres Balikpapan. Jika berkas yang dikembalikan sudah dilengkapi, maka proses perkara bisa kembali dilanjutkan,” kata Henny saat ditemui Kabargupas.com di Mapolres Balikpapan, Kamis (09/05/2019).

Menurut Henny, delapan petunjuk yang harus dilengkapi penyidik Tipidter Satreskrim Polres Balikpapan, diantaranya, melengkapi kekurangan penomoran berkas perkara, pasal yang dikenakan, serta lainnya.

“Dalam waktu dekat, kami berharap berkas yang diperlukan lengkap dan segera diserahkan kembali ke Kejaksaan dan dinyatakan berkasnya lengkap atau P21. Ketika P21 kami terima, kami akan limpahkan tersangka dan barang bukti,” terangnya.

Henny menambahkan, selama proses pemeriksaan dan penyelidikan, dua tersangka tidak melakukan aktivitas memasarkan produk kosmetik ilegal tersebut. Namun, satu dari tiga tersangka yang juga pemilik salon kecantikan ini tetap memasarkan produk kosmetik bermerek “LS” yang diduga ilegal tersebut, baik melalui media sosial maupun lainnya.

Dia menjelaskan, saat dibongkar pada Januari lalu produk kosmetik “LS” masih belum memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), namun saat ini produk tersebut sudah teregistrasi oleh BPOM.

“Terlepas “LS” sudah memiliki izin dari BPOM, namun proses hukumnya terus berjalan alias tidak berlaku surut,” pungkasnya.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here