Kisruh BPJS Kesehatan dan RSKD, Ini Tanggapan DPRD Balikpapan

0
301

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Kisruh mengenai BPJS Kesehatan yang telah memutus kontrak dengan beberapa rumah sakit di Indonesia termasuk Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan hanya karena belum terakreditasi hingga berdampak terhadap pelayanan kesehatan, akhirnya mendapat tanggapan beragam dari kalangan masyarakat.

Tanggapan beragam itu, salah satunya disampaikan Budiono, warga Jalan Gunung Empat Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Balikpapan Barat. Menurut Budiono, permasalahan ini seharusnya tidak terjadi jika ada komunikasi yang baik antara BPJS Kesehatan dan pihak RSKD Balikpapan.

“Mengenai BPJS Kesehatan adalah program pemerintah dengan konsep gotong royong. Nah, saat ini bila ada rumah sakit yang tidak melayani pasien BPJS karena aturan mengharuskan memenuhi standard, salah satunya akreditasi, maka rumah sakit bersangkutan harus melakukan kewajibannya yakni memperpanjang akreditasinya,” kata Budiono saat dihubungi media ini melalui pesan singkat WhatsApp.

Dia menambahkan, atas pemutusan kontrak kerjasama tersebut tentunya sangat berdampak terhadap pelayanan kepada masyarakat, utamanya masyarakat dari golongan menengah ke bawah. “Ya memang akhirnya masyarakat dirugikan. Tapi karena aturan kerjasama BPJS Kesehatan dengan rumah sakit seperti itu, yakni harus terakreditasi maka ketentuannya harus tetap diikuti,” tambah Budiono yang juga anggota DPRD Balikpapan dari daerah pemilihan (Dapil) Balikpapan Barat.

Namun, harap Politisi PDI Perjuangan ini, BPJS Kesehatan sebaiknya tetap melayani pasien dengan memberi solusi ketika ada rumah sakit alternatif yang sedang memperpanjang akreditasinya. Begitu pula pihak RSKD Balikpapan, sebaiknya juga memperhatikan aturan kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media saat ditemui di Gedung Parlemen Kota Minyak, Senin (13/05/2019).

Sementara itu, Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh saat ditemui Kabargupas.com di Gedung DPRD Balikpapan Jalan Jenderal Sudirman mengatakan, pihaknya saat ini akan melakukan sharing lebih dulu guna mengetahui duduk permasalahannya.

“Kita tidak bisa memutuskan apa-apa dulu. Yang pasti kita akan mencari kronologi sebab dan akibatnya dan kita duduk bersama dulu antara stake holder, masyarakat, pemerintah dan pihak-pihak terkait, termasuk pihak rumah sakit dan BPJS Kesehatan, baru kita bisa memutuskan langkah apa yang harus diambil,” kata Abdulloh.

Abdulloh menambahkan, untuk memecahkan persoalan yang sedang terjadi antara BPJS Kesehatan dengan RSKD Balikpapan, DPRD Balikpapan berencana mengundang pihak-pihak terkait untuk sharing dalam rapat dengan pendapat (RDP) guna mendapatkan penjelasannya.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here