FGD DPRD, Keberadaan LSP-Pemda Penting Untuk Penuhi Kompetensi ASN

0
228

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi Pemerintahan Daerah (LSP-Pemda) di Hotel Novotel Jalan Ery Suparjan Balikpapan, Jumat (17/05/2019).

FGD dalam rangka pembahasan kajian akademik salah satu Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ini menghadirkan Dosen Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang, Doktor Wilopo dengan moderator anggota Komisi 1 DPRD Balikpapan, Ali Munsjir Halim yang juga politisi Partai Demokrat Balikpapan.

Dalam paparannya, Wilopo menyebutkan bahwa permasalahan aparatur adalah isu birokrasi yang korupsi saat ini masih menjadi label bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN), kualitas akuntabilitas kinerja individu masih sulit untuk diukur, masih terdapat keluhan terhadap manajemen pelayanan publik belum dijalankan dengan baik, serta sumber daya pendukung masih belum optimal, terutama kurangnya asesor internal Pemkot Balikpapan.

Dia menambahkan, pentingnya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di lingkungan pemerintah daerah, khususnya Pemkot Balikpapan sebagai acuan peningkatan profesionalisme seorang ASN.

Anggota DPRD Balikpapan bersama narasumber foto bareng perwakilan Muspida Kota Balikpapan.

Isu strategis birokrasi, menurut Wilopo, pemerintah dipandang belum mampu menunjukkan kinerja melalui pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang mampu menghasilkan outcome (hasil yang bermanfaat) bagi masyarakat.

Sementara tingkat potensi dan kompetensi ASN secara nasional, masih rendah hanya 11,5% ditambah sekitar 30% potensi dan kompetensi dinilai kurang.

DR. Wilopo yang juga Ketua Research Center for Conflict and Policy (RCCP) Universitas Brawijaya Malang ini menambahkan, terkadang peningkatan kinerja tidak berbanding lurus dengan tingkat perubahan sosial masyarakat.

Peserta diskusi tampak antusias mendengarkan paparan Doktor Wilopo, Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang dalam FGD DPRD Balikpapan di Hotel Novotel.

Demikian juga kehidupan sosial masyarakat terkadang tidak sesuai dengan peningkatan kinerja pemerintah daerah. Adapun kompetensi strategis bagi ASN yakni, kompetensi teknis, kompetensi managerial dan kompetensi kultural.

“Dari hal itu diperlukan presentase jumlah ASN yang akan memenuhi kompetensi, menjadi bahan monitoring. Keberadaan LSP-Pemda, menjadi penting,” paparnya.

Menurutnya, FGD ini menjadi rekomendasi, ke pemerintah provinsi, agar program pengembangan potensi ASN ditingkat kota tetap berjalan.

Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle dan Syarifuddin Odang, Ketua Komisi 1 DPRD Balikpapan, puluhan anggota DPRD Balikpapan, perwakilan OPD Pemkot Balikpapan serta puluhan stakeholder terkait lainnya.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here