Jelang Idul Fitri, Pertamina Penuhi Kebutuhan BBM di Kalimantan

0
264

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Menjelang Idul Fitri 1440 Hijriyah, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan mengambil langkah-langkah antisipatif terhadap peningkatan konsumsi masyarakat akan bahan bakar minyak (BBM) & LPG di wilayah Kalimantan.

Kesiapan ini dilakukan guna menjamin masyarakat di Kalimantan dapat merayakan Idul Fitri 1440 H dengan tenang dan lancar. Dalam mengawal kelancaran distribusi BBM & LPG, Pertamina membentuk Satuan Tugas (Satgas) terhitung mulai 21 Mei 2019 sampai dengan 21 Juni 2019.

GM Pertamina MOR VI Kalimantan, Boy Frans J Lapian mengatakan, persiapan di sektor transportasi darat pada Idul Fitri H atau Lebaran 2019, kebutuhan BBM diprediksi akan mengalami peningkatan sejak H-7 untuk gasoline.

“Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM pada Idul Fitri, Pertamina MOR VI melakukan beberapa hal, diantaranya peningkatan stok Premium secara keseluruhan di wilayah Kalimantan sebesar 7 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 3.293 KL/hari menjadi 3.539 KL/hari. Sedangkan untuk Kalimantan Timur, peningkatan stok premium diprediksi naik sebesar 4 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 976 KL/hari menjadi 1.011 KL/hari,” ujar Boy kepada wartawan di TBBM Pertamina Jalan Yoes Soedarso Balikpapan, Senin (27/05/2019).

Pertamina MOR VI Kalimantan, Boy Frans J Lapian menyampaikan paparannya tentang kesiapan Pertamina MOR VI Kalimantan dalam pemenuhan BBM dan LPG di depan puluhan wartawan di Balikpapan, Senin (27/05/2019).

Secara umum, tambah Boy, konsumsi gasoil di wilayah Kalimantan turun 4,5 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 2.629 KL/hari dari 2.752 KL/hari. Namun, Pertamina tetap menyiagakan stok gasoil sesuai dengan kebutuhan normal. Sementara untuk  wilayah Kalimantan Timur, diprediksi penurunan hingga 13 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 714 KL/hari dari 823 KL/hari.

“Peningkatan stok Pertamax di wilayah Kalimantan sebesar 2 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 562 KL/hari menjadi 574 KL/hari. Untuk Kalimantan Timur, peningkatan stok Pertamax tidak terlalu signifikan hanya 1 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 108 KL/hari menjadi 109 KL/hari,” paparnya.

Selain itu, tambah Boy, Pertamina juga  menyiagakan 37 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalur mudik dan wisata untuk beroperasi selama 24 jam mulai dari H-7 sampai dengan H+3. Ke-37 SPBU itu ada di  Kalimantan Timur sebanyak 13 SPBU, Kalimantan Tengah 7 SPBU, Kalimantan Selatan 16 SPBU, dan 11 SPBU untuk Kalimantan Barat. SPBU di jalur strategis tersebut diintruksikan untuk mempunyai buffer stock sehingga tidak terjadi kekosongan BBM di SPBU.

“Upaya lain yang kami dilakukan adalah menyiapkan tambahan Mobil Tanki sebanyak 48 unit debgan awak 76 AMT, berkoordinasi dengan pihak pihak terkait (aparat, perbankan, DLLJAR serta lainnya) untuk kelancaran distribusi BBM ke masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here