Pastikan Produk Parsel Tidak Kedaluwarsa, Ini Yang Dilakukan Wali Kota Balikpapan

0
271

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama Loka POM Balikpapan melakukan inspeksi mendadak (sidak) produk parsel kedaluarsa di sejumlah toko modern di Kota Minyak, Selasa (28/05/2019).

Sidak yang dipimpin langsung Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi ini bertujuan untuk melindungi konsumen, utamanya masyarakat Balikpapan dari produk kedaluarsa.

Dalam kegiatan ini, rombongan Wali Kota Balikpapan bersama Loka POM Balikpapan, sejumlah OPD Pemkot Balikpapan serta instansi terkait menyasar aneka parsel dan produk-produk kemasan yang dijual di toko modern di kota ini.

Rizal Effendi mendatangi stan-stan yang terdapat parsel dan produk kemasan, seperti susu dan minuman lainnya, seperti di toko modern Giant Ekstra, Transmart serta Lotte Mart. Untuk memastikan tidak ada produk kedaluarsa atau pun produk yang yang mendekati masa kedaluwarsa dalam paketan parsel yang dipajang, Rizal meminta penanggung jawab toko modern membuka salah satu parsel.

Seperti pembongkaran parsel yang dilakukan di Giant Ekstra dan Transmart, Jalan MT Haryono Balikpapan. ÔÇťAneka produk makanan kemasan dan minuman dalam parsel itu tidak boleh tiga bulan dari masa kedaluarsa. Apalagi produk makanan kemasan yang sudah kedaluwarsa, namun masih di masukan ke dalam kemasan. Itu tidak boleh, dan makanya kami meminta penanggung jawab toko modern untuk membukanya,” ujar Rizal kepada Kabargupas.com disela-sela sidak.

Suasana sidak produk parsel kedaluarsa yang dilakukan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi di salah satu toko modern di kawasan Jalan MT Haryono Balikpapan.

Menurut orang nomor satu di Kota Minyak ini, surat edaran dari Pemerintah Pusat yang menyatakan produk kemasan yang dijual minimal enam bulan sebelum masa kedaluarsa, sudah ada. Oleh karenanya, pihaknya meminta seluruh pemilik toko modern untuk mentaati aturan yang sudah ditentukan tersebut.

“Jika membandel dan tetap menjual produk kedaluwarsa, Pemkot Balikpapan tidak segan-segan memberikan sanksi. Namun, sanksi yang diberikan tentunya bertahap yakni mulai teguran hingga pencabutan izin jika pelanggarannya berat,” tambah Rizal.

Sehingga, jelas Rizal, masyarakat sebagai konsumen tidak dirugikan oleh aksi curang yang dilakukan para pemilik usaha toko modern tersebut. Jika ditemukan adanya kaleng kemasan yang peyot, namun tetap dijual atau dimasukkan ke dalam parsel, masyarakat berhak meminta ganti atas produk yang sama.

“Masyarakat juga harus lebih teliti dalam membeli produk kemasan. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat yang terlanjur membeli, agar menukarkan produk tersebut ke pihak penjual parsel. Termasuk bagi produk yang kemasannya rusak, walau masa kedaluarsanya masih lama, ataupun lainnya,” pungkas Rizal.

Penulis : Wahyu Sugiarto
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here