Unggah Foto Pelaku Pornografi di Bawah Umur, Admin IG di Balikpapan Diperiksa Polisi

0
350

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Saring Sebelum Sharing, Jarimu Harimaumu. Kata – kata ini harusnya menjadi pegangan para pemilik akun media sosial (medsos), baik Instagram, Twitter, Facebook serta lainnya. Pasalnya, jika asal memposting dan tidak mengindahkan ketentuan yang sudah diatur, bisa terjerat dengan pidana penyebaran berita bohong alias hoax, penyebaran konten pelaku pornografi, SARA, serta lainnya seperti yang diamanatkan oleh Undang-Undang tentang ITE.

Hal ini yang dialami AD, oknum admin Instagram di Balikpapan, Kalimantan Timur, terduga penyebar konten pelaku pornografi melibatkan anak di bawah umur yang marak di media sosial.

Kasus dugaan menyebarkan konten terduga pelaku pornografi yang melibatkan oknum admin Instagram ini berlanjut. Didampingi kuasa hukumnya, AD memenuhi panggilan penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Balikpapan untuk memberikan keterangan, Sabtu pagi (03/06/2019).

Pemeriksaan berlangsung tertutup. Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta melalui Kanit Tipidter Satreskrim Ipda Henny Purba menjelaskan jika AN masih diperiksa sebagai terlapor dalam kasus unggahan foto dan dugaan penyebaran video pornografi yang diduga melibatkan anak di bawah umur yang marak di media sosial.

“Statusnya masih terlapor. Kami masih ambil keterangan saudara AD. Dia datang untuk memberikan keterangan didampingi oleh kuasa hukumnya,” ujar Henny.

Namun Henny menyebut, dalam keterangannya, AD membantah sengaja mengunggah foto dua terduga pelaku mesum sebagai bentuk melawan hukum. Terlapor menyebut hanya ikut-ikutan ingin tahu siapa dua sejoli yang sedang ramai diperbincangkan oleh warganet itu.

“Dari interogasi, terlapor mengunggah sebuah foto ini untuk bertanya kepada pengikutnya soal cerita di balik viralnya foto bergambar dua sejoli terduga pemeran video mesum yang masih di bawah umur,” sebutnya.

Dari hasil pemeriksaan ini, Henny menyebut sementara terlapor sudah meminta maaf telah menggunggah foto dua sejoli terduga pemeran video mesum di Banyuwangi tersebut. Namun permintaan maaf ini tak membuat kasus ini gugur. Penyidik disebut masih melengkapi keterangan saksi dan barang bukti.

“Meski dibantah terlapor, namun ada dugaan terlapor pernah mengirimkan video dua sejoli itu yang berkonten pornografi lewat media sosialnya. Makanya kami tindak lanjuti ke sana,” tegas Henny.

Kembali Henny menyebut, penyidik setidaknya memerlukan waktu enam bulan untuk menyelesaikan kasus ini. Apakah bisa dilanjutkan ke tahap penyidikan atau tidak. Ini bergantung hasil pemeriksaan lanjutan dan barang bukti yang dikantongi pihaknya. Namun dia mengakui untuk unggahan foto yang menjadi pintu masuk kasus ini belum bisa menjadi dasar pihaknya untuk mengenakan AD dengan pelanggaran Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Kecuali yang ada difoto keberatan. Dan perkaranya pun itu yang menangani kepolisan setempat dalam hal ini Banyuwangi. Saya tak bisa berkomentar lebih jauh. Kita ikuti saja perkembangan selanjutnya nanti,” tutupnya.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here