Kaji Raperda Bahan Pokok, DPRD Balikpapan Gelar FGD

0
194

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan, Kalimantan Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Novotel Jalan Ery Suparjan Balikpapan, Senin (17/06/2019).

FGD yang memaparkan hasil penyusunan kajian akademik tentang Pengendalian dan Stabilitas Harga Bahan Pokok dan Bahan Penting di Kota Balikpapan, kerjasama antara DPRD Balikpapan dengan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Hadir dua narasumber dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yakni Prof. DR. Ing. Ir Ahmad Munawar, M. Sc. dan Ir. Mochamad Santoso, M. Sc yang menyampaikan materinya didampingi anggota Komisi 2 DPRD Balikpapan Budiono sebagai moderator.

Dalam paparannya, Ahmad Munawar mengatakan, Balikpapan secara geografis adalah berbatasan langsung dengan selat Makassar, maka Balikpapan memiliki potensi yang dapat dikembangkan dari sektor perikanan dan kelautan.

Ketua Komisi 2 DPRD Balikpapan Muhammad Taqwa saat memberikan keterangan pers.

“Keterbatasan lahan dalam lingkup administratif Balikpapan, kegiatan perekonomian di sektor primer yang merupakan komoditas pertanian juga terbatas,” kata Ahmad Munawar.

Menurutnya, kebutuhan atau konsumsi masyarakat Balikpapan akan bahan pokok dan bahan penting perlu diperhatikan secara khusus, karena ada beberapa kebutuhan konsumsi tersebut sudah tidak dapat tercukupi lagi dari produksi lokal Balikpapan.

“Beberapa bahan penting perlu dikendalikan agar tidak terjadi fluktuasi harga yang merugikan masyarakat, terutama pada waktu tertentu misalnya menjelang hari raya,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Komisi 2 DPRD Balikpapan Muhammad Taqwa mengatakan, FGD yang digelar ini karena melihat fenomena kebutuhan pokok dan bahan penting terkadang menjadi masalah di Balikpapan.

Dua narasumber dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menyampaikan paparannya dalam FGD DPRD Balikpapan dengan moderator anggota Komisi 2 DPRD Balikpapan Budiono (kanan).

Menurut Taqwa, sapaan akrab Muhammad Taqwa, bahan pokok ini meliputi sembako dan ditambahkan lagi dengan bahan penting yakni berupa kebutuhan mendasar yang memang dibutuhkan masyarakat seperti semen yang dulu pernah mengalami kelangkaan.

“Ini kan menjadi masalah ketika bahan penting saat dibutuhkan justru tidak ada. Maka dari itu, dengan FGD inisiasi DPRD Balikpapan akan membantu masyarakat dalam penyediaan bahan pokok dan bahan penting ini melalui perusahaan daerah atau Perusda,” ujar Taqwa.

Lebih lanjut, kata Taqwa, tujuan mengkaji Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang bahan pokok dan bahan penting ini adalah bagaimana bisa membentuk suatu sistem yang mengatur bahan pokok dan bahan penting ini sehingga keadaannya stabil dan tersedia.

“Hal itu penting karena Balikpapan adalah daerah yang ketergantungan dengan daerah lain sangat tinggi. Kita sudah belajar di beberapa kota, salah satunya adalah Jakarta, Bandung dan lainnya yang membuat sebuah Perusda untuk menangani masalah tersebut,” pungkas Taqwa.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here