Berakhir, FGD DPRD Balikpapan Bahas Kajian Akademik Resmi Ditutup

0
264

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan di Hotel Novotel Jalan Ery Suparjan Balikpapan, resmi ditutup, Senin (01/07/2019).

Penutupan secara resmi FGD DPRD Balikpapan ini dilakukan oleh Syarifuddin Odang, Wakil Ketua 3 DPRD Balikpapan usai menyampaikan sambutan penutupannya. Kemudian, pemukulan gong tanda berakhirnya rangkaian pemaparan hasil penyusunan kajian akademik ini dilakukan Wakil Ketua 1 DPRD Balikpapan asal PDI Perjuangan, Thohari Aziz disaksikan para narasumber, perwakilan Forkopimda Balikpapan serta ratusan peserta FGD.

Staf ahli Wali Kota Balikpapan Arbain Side mewakili Wali Kota Balikpapan dalam sambutannya menyambut baik FGD yang digelar DPRD Balikpapan. Apalagi, FGD yang dilaksanakan ini bertujuan untuk menata keberadaan PKL dan Kuliner di Balikpapan.

“Atas nama pemerintah kota kami sangat mengapresiasi. Semoga dari kegiatan ini akan menghasilkan manfaat bagi masyarakat, utamanya bagi warga Balikpapan,” kata Arbain.

Sementara itu, Wakil Ketua 3 DPRD Balikpapan Syarifuddin Odang mengatakan, kegiatan yang biasa disebut FGD ini telah menjadi agenda kerja tahunan DPRD Balikpapan, dimana pada 2019 ini telah dimulai sejak 22 Mei lalu dengan 13 tema FGD yang berbeda, yang dilaksanakan dalam beberapa rangkaian dalam kurun waktu lebih dari 3 bulan.

Wakil Ketua 1 DPRD Balikpapan Thohari Aziz melakukan pemukulan gong tanda berakhirnya FGD DPRD Balikpapan disaksikan Wakil Ketua 3 DPRD Balikpapan Syarifuddin Odang.

“Hari ini dikarenakan padatnya agenda nasional yaitu salah satunya adalah Pemilihan Umum (Pemilu) dari tahap nasional hingga ke kota dan kabupaten. Namun, pada agenda kerja ini tidak mengurangi esensi, tujuan dan penyelenggaraan FGD,” ujar Syarifuddin Odang.

Pria yang akrab disapa Odang ini menambahkan, ada 13 tema FGD yang telah dilaksanakan yakni 5 tema FGD yang diusulkan oleh Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Balikpapan serta 8 tema FGD usulan masing-masing Komisi DPRD Balikpapan.

“Yang diinginkan dari DPRD Balikpapan pada pelaksanaan FGD dengan 13 tema usulan ini adalah legalitas,” tambah Odang.

Lebih lanjut, terang Politisi Partai Hanura ini, yang pertama adalah naskahnya dulu baru nanti segala masukan-masukan akan dilanjutkan dengan akademiknya. Kemudian dilanjutkan dengan rancangan peraturan daerah atau Raperdanya.

“Jadi nanti masih ada pembahasan lain kalau itu nanti memang sangat dibutuhkan. Nah kita analisa kembali lagi karena ini kan banyak tuntutan dari masyarakat kemarin, salah satunya PKL ini,” pungkasnya.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here