Melahirkan di Toilet RSUD Lalu Bayi Dibunuh, Ladies Club Asal Tenggarong Ditangkap

0
1854

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Diduga membunuh bayi yang baru dilahirkannya, seorang wanita bernama Suci Nur Istiqomah (18) ditetapkan sebagai tersangka oleh petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Balikpapan, Kalimantan Timur.

Pasalnya, warga Jalan Krama Jaya RT 12 Desa Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ini pada Rabu 24 Juli 2019 sekitar pukul 22.45 Wita tertangkap tangan oleh perawat IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman Balikpapan Jalan Mayjen Sutoyo Gunung Malang, Kecamatan Balikpapan Kota saat baru keluar dari toilet rumah sakit dengan membawa bungkusan kresek hitam berisi jasad bayi perempuan yang baru dilahirkan.

“Telah terjadi tindak pidana melakukan kekejaman terhadap anak yang menyebabkan kematian dan atau membuang bayi setelah dilahirkan karena takut diketahui orang tentang kelahiran anaknya, diduga dilakukan Suci Nur Istiqomah di toilet IGD RSUD Beriman Balikpapan,” kata Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta melalui Kasatreskrim Polres Balikpapan AKP Makhfud Hidayat, Sabtu (27/07/2019).

Menurut Makhfud, diamankannya tersangka oleh petugas Unit PPA Satreskrim Polres Balikpapan berkat kejelian perawat RSUD Balikpapan yang curiga terhadap tingkah laku tersangka saat menjalani pemeriksaan kesehatan di ruang IGD.

“Saat tersangka di ruang IGD RSUD Balikpapan karena sakit perut dan tidak bisa BAB, kemudian tersangka minta izin kepada perawat untuk ke toilet IGD dan saat di dalam toilet tersangka melahirkan seorang bayi perempuan. Karena takut diketahui orang, tersangka langsung menyumbat mulut bayi dengan memasukkan tisu toilet ke dalam mulut bayi sampai masuk di tenggorokan dengan maksud agar bayi tidak menangis,” tambah Makhfud.

Lebih lanjut, Makhfud menjelaskan, setelah itu tersangka menarik tali pusar bayi hingga putus kemudian tersangka meminta tolong kepada keluarganya untuk mengambilkan kantong plastik hitam dengan alasan untuk menaruh baju kotor dan pembalut. Setelah diberikan kantung plastik hitam, wanita yang berprofesi sebagai ladies club ini kemudian memasukkan bayi yang sudah tidak bernyawa tersebut ke dalam kantung plastik dan mengikatnya.

“Saat membawa kantung plastik tersebut keluar dari ruang IGD, salah satu perawat curiga dan meminta bantuan bidan yang bertugas untuk memeriksa tersangka karena hasil dari laboratorium menyatakan bahwa hasil cek urine menyatakan tersangka positif hamil,” paparnya.

Kemudian, ujar perwira polisi berpangkat balok tiga di pundak ini, bidan membawa tersangka masuk untuk diperiksa dan membuka kantong plastik tersebut. Saat itulah diketahui isi kantung plastik adalah bayi perempuan yang sudah meninggal dengan kondisi mulut  disumbat tisu. Menerima laporan tersebut, pihaknya langsung menuju TKP dan menangkap tersangka.

“Barang bukti yang kita amankan dari peristiwa ini adalah 1 gumpal tisu basah bercampur darah yang ditemukan pada mulut dan tenggorokan bayi, 1 kantong plastik warna hitam serta pakaian tersangka saat melahirkan,” ucap Makhfud.

Atas perbuatannya, tersangka kini mendekam di sel tahanan Polres Balikpapan dan dijerat pasal 80 ayat (3) dan (4) Jo pasal 76-C UU no. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Sub pasal 308 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 1 tahun penjara.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here