Perda LPJ APBD 2018 Disahkan, DPRD Minta Pemkot Maksimalkan PAD

0
397

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan, Kalimantan Timur akhirnya mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2018 menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kota Balikpapan, Senin (29/07/2019).

Disahkannya Perda Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) APBD 2018 Kota Balikpapan setelah keluarnya hasil evaluasi dan persetujuan dari Gubernur Kaltim melalui Rapat Paripurna yang digelar di kantor DPRD Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan.

Rapat Paripurna Pengesahan Perda Kota Balikpapan tentang LPJ Pelaksanaan APBD 2018 berlangsung singkat, dipimpin ketua DPRD Balikpapan Abdulloh dihadiri Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi serta dua Wakil Ketua DPRD Balikpapan Thohari Azis dan Syarifudin Odang.

Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh mengatakan, ada delapan poin hasil evaluasi dari Pemerintah Provinsi Kaltim yang dituangkan dalam Keputusan Gubernur Kaltim pada 24 Juli 2019 tentang evaluasi Raperda LPJ Pelaksanaan APBD tahun Anggaran 2018.

“Delapan poin yang menjadi perhatian Gubernur serta harusnya menjadi perhatian Pemkot Balikpapan diantaranya tentang realisasi pendapatan daerah yang dinilai bisa lebih dioptimalkan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Balikpapan,” kata Abdulloh.

“Dalam penetapan penerimaan, Pemkot Balikpapan harus tetap melakukannya dengan prinsip kehati-hatian, juga perlu dilakukan pengkajian lebih konprehensif agar tidak menjadi temuan,” pungkas Abdulloh.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, pihaknya menghargai pandangan DPRD Balikpapan yang meminta Pemkot Balikpapan memaksimalkan PAD.

“Namun ada fakta di lapangan yang tidak bisa dihindari, diantaranya Kota Balikpapan kehilangan retribusi pajak parkir dari Bandara Sepinggan Balikpapan karena beroperasinya Bandara APT Pranoto Samarinda,” ujar Rizal.

Tak tanggung-tanggung, terang Rizal, setiap bulannya Balikpapan kehilangan retribusi pajak parkir dari Bandara Sepinggan Balikpapan sebesar Rp 500 juta.

“Beroperasinya Bandara APT Pranoto Samarinda berdampak terhadap retribusi pajak parkir di Bandara Sepinggan Balikpapan sebesar Rp 500 juta setiap bulannya,” tambah Rizal.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here