Tujuh PKL Diakomodir, Tak Ikuti Aturan Langsung Dicoret

0
430

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Tujuh pedagang kaki lima (PKL) yang lapaknya dibakar Satpol PP Balikpapan saat penertiban di Pantai Segara Sari Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, beberapa waktu lalu, akhirnya bernapas lega.

Pasalnya, ketujuh pedagang naas tersebut diakomodir oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan untuk kembali berjualan di Pantai Segara Sari Manggar. Keputusan tersebut diambil setelah adanya kesepakatan bersama melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi 2 DPRD Balikpapan, Senin (12/08/2019).

Ketua Komisi 2 DPRD Balikpapan Muhammad Taqwa mengatakan, dari hasil kesepakatan bersama dalam RDP ini, pedagang yang berjumlah 7 orang akan diberikan space atau tempat untuk berjualan.

“Namun, mereka tetap harus mematuhi peraturan atau regulasi yang sudah ditetapkan oleh Dinas Pariwisata Kota Balikpapan karena menyangkut estetika. Tidak diperkenankan lagi pedagang berjualan di area yang bukan peruntukannya atau di fasilitas umum (fasum), fasilitas sosial (fasos), lahan parkir serta lainnya,” kata Muhammad Taqwa.

Menurut Taqwa, sapaan akrab Muhammad Taqwa, kesepakatan bersama ini merupakan berkah bagi semua, tak hanya oleh ketujuh pedagang saja.

Dia menambahkan, ada persamaan persepsi bahwa pedagang itu siap mengikuti aturan dan Disporapar Balikpapan juga melakukan pembinaan. Jika setelah diakomodir namun pedagang tetap melakukan pelanggaran, secara tegas pihaknya meminta Disporapar Balikpapan mengevaluasi para pedagang tersebut.

“Tegas kami sampaikan, ke teman-teman dinas. Bahkan ketika kita menganggarkan ada beberapa anggaran yang masuk ke dinas, khusus pengelolaan Pantai Manggar itu, ketika ada pedagang yang tidak mengikuti aturan yang berlaku, dengan tegas kami menyampaikan bahwa pedagang bersangkutan dicoret dari list atau daftar pedagang yang berjualan dan digantikan dengan pedagang-pedagang yang koorporatif,” terang Taqwa.

Pasalnya, jelas politisi Partai Gerindra ini, para pedagang yang diakomodir tersebut akan menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan melalui retribusi.

“Selain mengakomodir para pedagang, nantinya juga ada penyeragaman tempat, harga makanan dan minuman serta lainnya,” pungkas Taqwa.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here