Prostitusi Online Kembali Dibongkar, 1 Mucikari dan 4 PSK Diamankan Polisi

0
470

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Prostitusi online kembali dibongkar jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Subdit Cyber Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim).

Dari kasus ini, petugas mengamankan seorang perempuan berinisial DH (38), yang diduga mucikari, serta empat wanita yang diduga sebagai pekerja seks komersial alias PSK.

Dari tangan DH, polisi mengamankan 8 buah handphone, 1 buah EDC Merchant salah satu bank swasta, 4 buah KTP, 1 resi KTP, 24 buah alat kontrasepsi, 1 buah handuk, 2 buah handbody, 5 tisu basah serta minyak zaitun sebagai barang bukti.

Dir Reskrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Budi Suryanto didampingi Kasubdit Cyber AKBP Albertus serta Kasubdit Penmas Polda Kaltim AKBP Yustiadi Gaib mengatakan, prostitusi online dengan memanfaatkan media sosial berupa Michat berhasil dibongkar Subdit Cyber Polda Kaltim, dimana DH menawarkan sejumlah wanita muda kepada para pria hidung belang yang ingin mencari pelampiasan birahi.

“Dalam aksinya, DH menawarkan keempat wanita muda dengan usia antara 19 tahun hingga 22 tahun melalui media sosial Michat dengan tarif antara ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah,” kata Budy Suryanto dalam jumpa pers yang digelar di Gedung Reskrim Polda Kaltim Jalan Kolonel Syarifuddin Yoes Balikpapan, Senin (19/08/2019).

Lebih lanjut Budi menjelaskan, DH melakukan penawaran para PSK kepada pelanggannya di tiga hotel berbeda. Para PSK ketika dihubungi harus sudah standby di hotel yang dimaksud guna melayani para pelanggan.

“Terbongkarnya kasus ini berawal dari laporan masyarakat. Petugas lalu menindaklanjuti dengan menyamar sebagai pelanggan melalui Michat. Kemudian pada Kamis (15/08/2019) lalu saat bertransaksi dan terbukti terduga mucikari melakukan penawaran PSK di salah satu hotel di Balikpapan, petugas kita langsung melakukan penangkapan,” tambah Budi.

Budi menambahkan, dalam aksinya DH melakukan penawaran kepada pelanggan berupa kegiatan asusila pijat plus-plus sampai asusila lainnya. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, antara ratusan ribu sampai Rp 2 juta dan keuntungan yang diperoleh dari transaksi lendir nan haram ini adalah fee dari para PSK.

“Atas perbuatannya, tersangka kita jerat dengan Pasal 27 ayat (1) UU ITE jo 282 KUHP (1) dan (3) dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara,” tutup Budi.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here