Ketika Lokasi IKN Ditentukan, Menteri Bambang: Ini Bukan Kontes

0
459

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Kota Balikpapan menjadi lokasi keempat dari rangkaian penyelenggaraan konsultasi se-Kalimantan setelah Pulau Jawa, Bali, Pulau Sulawesi, dan Pulau Sumatera yang akan dilanjutkan dengan konsultasi regional dua pulau besar lainnnya, yaitu Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Konsultasi Regional (Konreg) merupakan bagian dari rangkaian konsultasi publik yang bertujuan untuk menghimpun masukan dan menyamakan persepsi dari segenap pelaku pembangunan secara bottom up, khususnya elemen masyarakat di daerah, yang diantaranya meliputi unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi, akademisi, serta organisasi masyarakat sipil (OMS).

“Kami ingin mendapatkan masukan untuk penyusunan Rancangan Akhir RPJMN 2020-2024. Tentunya kami sudah menyiapkan rancangan teknokratik, dan akan lebih baik lagi kalau ada masukan dari masing-masing daerah dari Kalimantan, baik dari level Provinsi, Kabupaten, dan Kota,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam Konreg Penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 Wilayah Kalimantan di Hotel Novotel Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (20/08/2019).

Menurut Bambang, RPJMN 2020-2024 menargetkan tingkat pertumbuhan ekonomi 5,4-6,0 persen per tahun, tingkat kemiskinan menurun menjadi 6,5-7 persen, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) antara 4,0-4,6 persen, dan Gini ratio mencapai 0,370-0,374.

Dia menambahkan, terdapat tujuh agenda pembangunan dalam Rancangan Teknokratik RPJMN 2020-2024, yakni memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas yang dititikberatkan pada peningkatan daya dukung dan kualitas sumber daya ekonomi berkelanjutan serta meningkatkan nilai tambah, lapangan kerja, ekspor, dan daya saing ekonomi.

Kedua, mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan yang dititikberatkan pada pemenuhan pelayanan dasar dan peningkatan ekonomi wilayah. Ketiga, meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing yang dititikberatkan pada pemenuhan layanan dasar seperti pemerataan layanan pendidikan berkualitas dan meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta.

Memperkuat pelaksanaan perlindungan sosial, meningkatkan kualitas anak, perempuan, dan pemuda, mengentaskan kemiskinan, meningkatkan produktivitas dan daya saing SDM, serta mengendalikan pertumbuhan penduduk. Keempat, revolusi mental dan pembangunan kebudayaan dengan meningkatkan karakter dan budi pekerti yang baik, membangun etos kerja.

Selanjutnya, memperkuat infrastruktur dalam mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar. Keenam, membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim. Terakhir memperkuat stabilitas politik, hukum, pertahanan, dan keamanan serta transformasi pelayanan publik.

Terkait pemindahan Ibu Kota Negara (IKN), terang Bambang, ibu kota baru diharapkan mampu memiliki visi ibu kota sebagai simbol identitas bangsa, memiliki konsep smart, green, beautiful, dan sustainable, modern dan berstandar internasional, serta memiliki tata kelola pemerintahan yang efisien dan efektif.

“Ketika lokasi IKN ditentukan, ini bukan kontes, siapa pun yang dapat kebagian tempat, tidak boleh mengatakan saya pemenangnya dan yang lain kalah. Yang menang adalah Kalimantan, karena dari awal Bapak Presiden menetapkan Kalimantan. Kita lihat adalah kondisi daerahnya karena kita ingin membangun ibu kota yang ideal dan menjadi standar pembangunan kota di Indonesia,” tambah Bambang.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, pemindahan ibu kota ke Kalimantan akan meningkatkan GDP nasional dengan tambahan 0,1 hingga 02 persen, mendorong penurunan kesenjangan antar wilayah karena adanya perdagangan antar wilayah, investasi, dan diversifikasi ekonomi, serta meningkatkan output sektor non-tradisional terutama sektor jasa.

“Pemindahan ibu kota ke Kalimantan akan meningkatkan GDP nasional dengan tambahan 0,1-02 persen, menurunkan kesenjangan antar kelompok pendapatan, memberikan efek pengganda perekonomian sekitar, mendorong penurunan kesenjangan antar wilayah karena adanya perdagangan antar wilayah, investasi, dan diversifikasi ekonomi,” pungkasnya.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here