KPU RI Serahkan Santunan Kepada Ahli Waris Petugas Pemilu

0
916

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) menyerahkan santunan kepada ahli waris anggota dan sekretariat PPK dan PPS, KPPS dan petugas ketertiban TPS Pemilu 2019 yang meninggal dunia saat tahapan Pemilu di Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (30/08/2019).

Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis kepada enam ahli waris dari 13 ahli waris yang berhak menerima santuan. Penyerahan santunan ini dilakukan Komisioner KPU RI, Viryan Azis di aula Kantor KPU Balikpapan Jalan Jenderal Sudirman disaksikan Ketua KPU Kaltim, Ketua KPU Balikpapan serta perwakilan KPU kabupaten kota se-Kaltim.

Komisioner KPU RI, Viryan Azis mengatakan, pertugas yang meninggal saat tahapan pemilu sebenarnya sudah terjadi pada saat pemilu sebelumnya. Hanya saja tidak menjadi pemberitaan media.

“Agar tak ada lagi petugas yang meninggal saat pelaksanaan tahapan pemilu, KPU RI berencana membuat kebijakan kerja anggota PPK, PPS, KPPS dan petugas keteriban TPS yang lebih mudah saat pelaksanaan pemilu yang akan datang,” kata Viryan Azis.

Dia menambahkan, dari data KPU Kaltim yang diterima ada sebanyak 13 petugas yang meninggal dunia, 4 orang berasal dari Samarinda, 3 orang dari Kutai Kertanegara, 2 orang dari Balikpapan dan Bontang, serta dari Kutai Barat dan Paser masing-masing 1 orang.

Ceremonial penyerahan santunan kepada ahli waris petugas Pemilu yang meninggal dunia saat pelaksanaan tahapan Pemilu 2019 Kaltim di aula Kantor KPU Balikpapan, Jumat (30/08/2019).

Viryan Azis menuturkan, KPU RI tidak bisa serta merta menyerahkan santunan kepada petugas KPPS yang tutup usia. Pihak KPU masih harus memastikan petugas KPPS tersebut memang berhak menerima santunan. Kemudian KPU juga harus memastikan siapa ahli warisnya.

“Kemudian baru berkas-berkas itu kita sampaikan kepada negara nanti mereka kemudian memproses pencarian anggarannya. Jadi kami menyalurkan saja, anggarannya kita mintakan kepada negara,” ungkapnya.

“Besaran santunan untuk yang meninggal dunia adalah Rp 36 juta. Kalau yang sakit kemudian cacat itu bervariasi, tergantung dia sakit berapa lama dirawat. Kemudian kalau cacat itu cacatnya seperti apa, kecelakaannya seperti apa itu bervariasi,” pungkas Viryan.

Sementara itu, Ketua KPU Kaltim, Rudiansyah menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya anggota PPK, PPS, KPPS dan petugas ketertiban TPS pemilu 2019. Setiap ahli waris mendapatkan santunan sebesar Rp 36 juta setelah melalui verifikasi oleh KPU RI berdasarkan pengajuan yang disampaikan KPU kabupaten dan kota di Kaltim

“Sebelumnya kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya petugas saat pelaksanaan tahapan Pemilu 2019 lalu. Namun itu sudah takdir yang tidak bisa ditolak. Dengan santunan yang diberikan ini, mudah-mudahan dapat meringankan beban keluarga korban,” tutur Rudiansyah.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here