Enam Petugas KPPS Balkot Yang Sakit Belum Dapat Santunan

0
654

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Penyerahan santunan kepada ahli waris anggota dan sekretariat PPK dan PPS, KPPS dan petugas ketertiban TPS Pemilu 2019 yang meninggal dunia saat Pemilu di Provinsi Kalimantan Timur oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), beberapa waktu lalu mendapat tanggapan beragam dari warga Balikpapan.

Mayoritas warga mendukung pemberian santunan tersebut, namun juga memberikan saran agar pemberian santunan itu benar-benar tepat sasaran.

Anggota PPK Kecamatan Balikpapan Kota bidang Logistik dan Keuangan, Abdul Kadir mengatakan, untuk Kecamatan Balikpapan Kota (Balkot) ada sekitar 5 sampai 6 petugas KPPS yang jatuh sakit akibat kegiatan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019.

“Tapi sampai saat ini belum ada realisasinya dan sudah saya tanyakan melalui instagram KPU Balikpapan, KPU RI dan juga Presiden Jokowi, salah satu dari yang saya ajukan ke KPU RI adalah petugas KPPS dari RT 30 dan RT 40 Kelurahan Telagasari, dan Kelurahan Prapatan 2 orang, namun belum ada jawaban,” ujar Abdul Kadir melalui pesan singkat WhatsApp kepada Kabargupas.com, Sabtu (31/08/2019).

Dia menambahkan, pengajuan yang disampaikan tersebut sampai saat ini belum mendapatkan tanggapan, baik dari KPU RI, maupun dari Presiden RI Joko Widodo.

“Belum ada jawaban dari KPU RI, mudah-mudahan ada kebijakan dari Presiden Jokowi. Kasian mereka ini juga petugas KPPS yang bertugas 2×24 jam pada saat Pemilu 17 April 2019 lalu,” tambah Kadir.

Anggota PPK Kecamatan Balikpapan Kota bidang Logistik dan Keuangan, Abdul Kadir (kiri) saat pelaksanaan Pleno tingkat Kota beberapa waktu lalu.

Petugas KPPS yang jatuh sakit itu penyebabnya bervariasi, ada yang memang sakit pada saat pemungutan dan penghitungan suara berlangsung di TPS, ada juga karena faktor kelelahan kurang istirahat terjatuh dari sepeda motornya H+2 Pemilu 2019 yang menyebabkan luka luka dan cidera di kaki dirawat inap di rumah sakit di Balikpapan.

“Kami berharap, ada perhatian dari pemerintah, khususnya KPU RI untuk memberikan perhatiannya kepada petugas KPPS Balkot ini. Apapun alasannya, mereka bekerja untuk negara demi suksesnya pelaksanaan Pemilu 2019,” harap Kadir.

Sementara itu, Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha menjelaskan, pada pelaksanaan Pemilu 2019 lalu, petugas Pemilu di Balikpapan yang meninggal dunia ada 3 orang dan yang sakit ada 1 orang.

Menurut Noor Thoha, untuk mendapatkan santunan dari KPU RI ada klasifikasinya. Memang, petugas yang terakhir itu meninggalnya jauh dari pelaksanaan Pemilu 2019 lalu, yakni beberapa bulan setelah hari H pelaksanaan Pemilu.

“Dari tim verifikasi KPU RI, korban terakhir tersebut tidak masuk dalam klasifikasi. Tetapi yang sakit, tepatnya sakit pada hari H tersebut saat ini belum terealisasi. Tentu saja KPU Balikpapan akan telusuri di mana ganjalannya. Tetapi bilang Pak Viryan, yang sakit pada hari H juga disantuni, makanya ini akan kami telusuri di mana terganjalnya secara administrasi. Soalnya ada anggota PPS kami jatuh pingsan saat pelaksanaan Pleno,” ujar Noor Thoha.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here