Camat Safaruddin Ingatkan Warga Soal Spekulan Tanah

0
928

Kabargupas.com, KUKAR – Tanah sampai kapanpun menjadi sesuatu yang sangat penting untuk kehidupan masyarakat, baik untuk kehidupannya maupun usahanya. Hal itu dikatakan Camat Muara Jawa, Safaruddin S.Sos, MM, saat ditemui Kabargupas.com, usai silaturahmi dengan aparat kecamatan dan kelurahan di wilayah calon Ibu Kota Negara (IKN) di Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (07/09/2019).

“Terkait harga tanah sebelum dan sesudah diumumkannya pemindahan Ibu Kota Negara, khusus Muara Jawa, harga lahan saat ini masih belum signifikan adanya perubahan, tapi tidak tahu kalau Samboja, tetapi ini pun juga masih akan terus dilakukan pantauan, seperti apa isu atau informasi tentang pemindahan Ibu Kota Negara ini mempengaruhi harga jual lahan,” kata Safaruddin.

Untuk keberadaan para spekulan tanah, Safaruddin menegaskan, sampai saat ini di wilayah Muara Jawa, dirinya belum mendapatkan laporan. Namun, keberadaan para spekulan tanah tersebut bisa saja langsung ke pihak kelurahan-kelurahan.

“Secara langsung saya belum mendapatkan laporan keberadaan mereka itu, tapi bisa dibantu langsung tanyakan ke teman-teman kelurahan. Jangan-jangan ada yang langsung ke kelurahan atau ke masyarakat tentang keberadaannya. Saya juga mengingatkan warga untuk waspada terhadap keberadaan para spekulan tanah yang hanya mencari keuntungan pribadi di tengah kegalauan warga,” tambahnya.

Berkaitan dengan adanya investor dadakan yang datang dari luar daerah, utamanya dari Jakarta, pihaknya mengakui, namun tidak secara langsung tentang adanya warga yang mengaku investor yang menanyakan soal keberadaan lahan warga dan perkembangan harga lahan di kawasan calon Ibu Kota Negara.

“Kembali lagi ke masyarakat. Kalau masyarakat itu mau cerdas menyikapi kaitannya dengan informasi soal Ibu Kota Negara mestinya harus hati-hati ya. Tapi kalau toh juga harus melepas lahannya, dia harus siap dengan resikonya,” harap Safaruddin.

Safaruddin menuturkan, ini juga menjadi catatan di pemerintahan, baik kecamatan, kelurahan, dan RT, untuk pihak luar yang akan menguasai lahan disuatu wilayah ada aturan dan prosedurnya. Jadi kaitan dengan lahan pertanian minimal satu hektar, itu tidak bisa dikuasai oleh orang luar di luar wilayah kecamatan.

“Jadi yang boleh dikuasai oleh orang luar kaitan dengan bidang tanah itu hanya untuk lahan perumahan atau pemukiman, yang lain gak boleh,” pungkasnya.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here