Jelang Pilwali Postingan Provokasi Marak, Ini Imbauan Thohari Aziz

0
551

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Menjelang Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Balikpapan 2020 mendatang, berbagai informasi hingga keluh kesah tentang pelaksanaan pendaftaran bakal calon wali kota maupun wakil wali kota Balikpapan ramai diposting.

Sayang, postingan yang dikirim ke media sosial sebagian diantaranya terkesan provokasi, yang dikhawatirkan dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Postingan oknum warga tidak bertanggung jawab terkait biaya pendaftaran bagi bakal calon wali kota – wakil wali kota Balikpapan seperti di Facebook, Twitter, Instagram serta lainnya mendapat perhatian dari DPRD Balikpapan, Kalimantan Timur.

Wakil Ketua Sementara DPRD Balikpapan Thohari Aziz menyayangkan maraknya postingan sejumlah oknum warga di media sosial tentang informasi yang tidak jelas kebenarannya terkait perkembangan pendaftaran bakal calon wali kota- wakil wali kota Balikpapan yang dibuka oleh sejumlah partai politik di Kota Minyak.

Thohari Aziz juga menghimbau kepada seluruh warga Balikpapan untuk bijaksana dalam menggunakan media sosial, utamanya saat membagikan informasi maupun keterangan lain di dunia maya agar dibaca dan diketahui oleh warganet lainnya.

“Menjelang Pilwali Balikpapan, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Balikpapan untuk bijak dalam bermedia sosial, utamanya dalam menyampaikan dan membagikan informasi maupun keterangan lainnya kepada masyarakat melalui media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram serta lainnya,” kata Thohari Aziz saat ditemui Kabargupas.com di Kantor DPRD Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, Senin (09/09/2019).

Menurut Thohari yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan ini, dirinya tidak melarang orang untuk menggunakan media sosial, asalkan dilakukan dengan benar dan tidak memprovokasi. Pasalnya, jika dalam memposting atau menyebarluaskan informasi yang tidak jelas kebenarannya dapat berimplikasi terhadap orang yang bersangkutan, yakni dapat dijerat dengan Undang-Undang tentang ITE.

“Jika memposting berita yang tidak jelas kebenarannya, memprovokasi, atau penyebaran berita bohong alias hoax hingga penghinaan, maka dapat dipidanakan oleh orang yang merasa dirugikan. Oleh karena itu, saya mengimbau kepada seluruh warga Balikpapan untuk bijak dalam menggunakan media sosial,” pungkasnya.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here