Mangrove Margomulyo Ditebang Warga, Ini Tanggapan DPRD Balikpapan

0
380

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Keresahan masyarakat tentang maraknya penebangan pohon mangrove tanpa ijin di kawasan hutan mangrove Margomulyo, Balikpapan Barat mendapat tanggapan dari DPRD Balikpapan, Kalimantan Timur

Anggota DPRD Balikpapan Budiono sangat menyayangkan terjadinya peristiwa penebangan pohon mangrove di kawasan hutan mangrove Margomulyo, Jalan Alam Baru Somber, yang dilakukan oleh oknum warga tidak bertanggung jawab, beberapa waktu lalu.

“Saya sangat menyayangkan terhadap peristiwa pemotongan pohon mangrove di hutan mangrove di Margomulyo. Itu kapan penebangannya saya belum tahu, belum update, nanti saya akan cek. Kalaupun toh memang benar itu ditebang, tentunya kegiatan itu harus ada izin dari DLH,” kata Budiono saat ditemui Kabargupas.com, Senin (09/09/2019).

Karena, tambah Budiono, Raperda Kota Balikpapan terkait izin penebangan pohon ini segera final dan akan segera diketok alias disahkan. Dan itu hanya diperkenankan hanya menebang pohon yang ada di pinggir jalan. Tapi berkaitan dengan penebangan pohon mangrove di Margomulyo akan dilakukan kajian ulang siapa yang menebang, apa kepentingannya, apakah sudah mengantongi izin.

Kondisi pohon mangrove yang ditebang warga tanpa ijin jadi perhatian DPRD Balikpapan.

“Kalau pun toh mengantongi izin, saya pikir gak ada urgensinya untuk ditebang. Kalaupun toh dipangkas, yang atas itu harus detail, keperluannya apa, terus dan maksudnya apa,” tandas Budiono.

Jadi, terang politisi PDI Perjuangan ini, harus dikaji ulang. Apalagi mangrove merupakan kawasan yang dilindungi. Penebangan pohon mangrove ini tentunya sangat disayangkan sekali, makanya pihaknya akan melihat instansinya dari mana. Kalau dari pemerintah kota hal yang tidak mungkin. Kalau dari masyarakat, masyarakatnya siapa dan kepentingannya apa, tidak mungkin sekali.

“Itu pasti pemerintah kota atau DLH akan bertindak itu. Sangsi menebang pohon tanpa ijin dendanya sebesar Rp 15 juta atau hukuman kurungan badan selama 2 bulan penjara sesuai Perda Kota Balikpapan no 31 tahun 2010,” pungkasnya.

Seperti diketahui, penebangan pohon mangrove Margomulyo di Jalan Alam Baru Somber mendapat perhatian masyarakat, karena dilakukan tanpa izin yang menyebabkan kerusakan hutan mangrove. Kasus ini viral di media sosial setelah mantan anggota DPRD Balikpapan Baharuddin Daeng Lala melakukan protes dan meninjau pohon mangrove yang ditebang tersebut.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here