Lahan Warga di Stadion Belum Dibayar, Taufik: Ini Masalah Besar

0
1222

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Permasalah lahan warga yang ada di Stadion Batakan, Balikpapan Timur yang sampai saat ini belum dibayarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) mendapat tanggapan dari DPRD Balikpapan.

Anggota DPRD Balikpapan Taufik Qulrahman mengatakan, persoalan ganti rugi lahan warga di Stadion Batakan yang belum dibayarkan Pemkot Balikpapan menjadi persoalan yang sangat penting dan harus segera diselesaikan.

“Ini kan belum dibentuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD), jadi bagi saya ini adalah persoalan yang sangat penting dan harus segera diselesaikan, karena merugikan masyarakat, khususnya para pemilik lahan di Stadion Batakan Balikpapan,” ujar Taufik saat ditemui Kabargupas.com di Kantor DPRD Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, Kamis (12/09/2019).

Dia menambahkan, untuk mengetahui perkembangan permasalahan ganti rugi lahan warga di Stadion Batakan, dirinya akan mencoba melakukan pengecekan. Setelah dibentuk AKD, persoalan ini akan jadi prioritas bagi dirinya di komisi 3 DPRD nantinya, yang mana kita harus betul-betul clear and clear untuk membangun stadion tersebut.

“Stadion tersebut kan sudah selesai pembangunannya dan telah dimanfaatkan untuk berbagai pertandingan sepakbola. Kalau masih ada gemercik di dalamnya dan lahan lahan warga yang sebagian besar belum diganti rugi, ini sangat masalah,” tandasnya.

Menurutnya, belum dibayarkannya lahan warga yang dijadikan Stadion Batakan oleh Pemkot Balikpapan ini jelas masalah besar bagi Kota Balikpapan.

Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Taufik Qulrahman.

“Buat apa ada stadion megah tetapi di dalamnya masih ada utang piutang tentang pembebasan lahan tersebut. Dan ini perlu ditelusuri, ini ada apa kok sampai sekarang belum dibayarkan oleh Pemkot Balikpapan. Ke depan, jika ketemu permasalahan tersebut dan ini ada indikasinya, ya akan kita RDP kan,” terang Taufik, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum NCW ini.

Lebih lanjut, tutur politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Balikpapan ini, komisi 3 DPRD Balikpapan akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) serta pihak-pihak terkait lainnya. Dirinya bukan lagi siap mendorong persoalan ini untuk diselesaikan, namun jika ada indikasi penyalahgunaan maka pihaknya akan membawanya ke jalur hukum.

“Jika ada indikasi penyalahgunaan, saya sendiri berjuang supaya masyarakat tersebut sudah tidak ada permasalahan lagi. Saya sudah komitmen duduk di sini (DPRD Balikpapan, red) batang tubuh saya ini adalah milik warga kota Balikpapan, karena mereka menginginkan perwakilan yang ada di DPRD Balikpapan bisa benar-benar disalurkan untuk rakyat,” tandas Taufik.

Menurut “Putra Kilat” Balikpapan Barat ini, kalau ada indikasi korupsi pada proyek pembangunan stadion Batakan, maka dirinya akan menempuh jalur hukum atau jalur apa pun.

“Tapi tunggu, tunggu saatnya karena kita belum penetapan AKD DPRD Balikpapan. Tunggu selesai AKD kita lihat, karena bukan saya mau secepatnya, tapi ini wajib, ini sudah telantar dan sangat mendesak, mengingat para pemilik lahan sudah tidak sabar menunggu penyelesaian pembayaran ganti ruginya. Saya sudah memiliki berkas-berkas yang akan menjadi barang bukti. Apalagi 15 tahun menunggu, warga juga belum mendapatkan ganti rugi tersebut,” pungkasnya.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here