Sepi Pembeli, Pasar Karang Joang Ditinggalkan Pedagang

0
366

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Pasar Rakyat Karang Joang di Kilometer 12 Jalan Soekarno Hatta pasca diresmikan awal tahun lalu, tepatnya 14 Januari 2018, kondisinya semakin memprihatinkan.

Perlahan tapi pasti, Pasar Rakyat Karang Joang mulai ditinggalkan pedagangnya karena sepi pembeli. Lokasi yang jauh dari pemukiman warga juga menjadi salah satu faktor sepinya pasar rakyat ini. Padahal, anggaran untuk membangun Pasar Rakyat Karang Joang menelan dana bantuan Provinsi Kaltim puluhan miliar rupiah.

Anggota DPRD Balikpapan Iwan Wahyudi mengatakan, terkait sepinya aktivitas di Pasar Rakyat Karang Joang di Kilometer 12 Balikpapan Utara, dirinya menilai ini terjadi karena kondisi alami ekonomi.

“Ketika tidak ada pembeli, otomatis pedagang pasti berjatuhan, yakni semakin meninggalkan pasar tersebut. Dinas terkait perlu melakukan evaluasi, dalam hal ini Dinas Perdagangan guna mengetahui penyebab dan permasalahan hingga Pasar Rakyat Karang Joang tersebut ditinggalkan,” ujar Iwan Wahyudi saat ditemui Kabargupas.com, Kamis (12/09/2019).

Anggota DPRD Balikpapan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Balikpapan H Iwan Wahyudi.

Kemudian, tambah politisi PPP Balikpapan ini, dinas terkait juga membuat perencanaan ke depan. Pada saat di komisi dua periode lalu, pihaknya sudah berdiskusi dengan Dinas Perdagangan Balikpapan saat itu, salah satu terobosan yang bisa dilakukan untuk menarik pembeli untuk meramaikan pasar itu adalah dengan membebaskan dan membuka lahan yang ada di sebelah pasar.

“Kemudian lahan yang dibuka itu dipergunakan untuk lokasi pasar malam. Dengan keberadaan pasar malam di lokasi itu, secara otomatis akan menghidupkan kembali Pasar Rakyat Karang Joang,” terang Iwan.

“Kalau upaya ini bisa dilakukan, insya Allah menurut diskusi yang sudah dilakukan dengan dinas terkait, dapat menarik pembeli untuk datang ke pasar ini. Di sana itu pasar malam sangat luar biasa ramainya,” tutup Iwan.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here