Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Gepak Demo di DPRD Balikpapan

0
727

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Ratusan warga Balikpapan yang tergabung dalam Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Putera Asli Kalimantan (Gepak) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, Jumat (13/09/2019).

Aksi unjuk rasa damai atau demo yang dilakukan ratusan anggota Gepak Kuning Kalimantan ini tak lain untuk menyampaikan aspirasi mereka, yakni menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Dalam aksinya, para pengunjuk rasa membawa bendera organisasi dan bendera merah putih sebagai bentuk kesatuan dan persatuan Gepak Kuning Kalimantan.

Ketua Umum Gepak Kuning Kalimantan Suriansyah mengatakan, aksi unjuk rasa yang dilakukan ini adalah bentuk keprihatinan Gepak Kuning Kalimantan terhadap rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang sangat memberatkan masyarakat kecil, utamanya warga kurang mampu di Balikpapan.

“Unjuk rasa yang kami laksanakan ini merupakan bentuk keprihatinan kepada masyarakat kecil di Balikpapan yang rencananya akan dibebankan dengan naik iuran BPJS Kesehatan. Rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini jelas sangat memberatkan,” ujar Suriansyah.

Pria yang akrab disapa Prof ini menegaskan, Gepak Kuning Kalimantan menolak tegas kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang berlaku mulai Januari 2020 mendatang. Pasalnya, naiknya iuran BPJS Kesehatan akan sangat memberatkan masyarakat, mengingat upah minimum regional (UMR) tiap daerah berbeda-beda.

Anggota DPRD Balikpapan Taufik Qulrahman, Ardiansyah dan Riri Saswita Diano menerima ratusan anggota Gepak yang melakukan unjuk rasa di kantor DPRD Balikpapan, Jumat (13/09/2019).

“Jangan menaikkan Iuran BPJS Kesehatan dengan ambil patokan di Jakarta saja. Tapi juga di daerah lain yang notabene kondisi UMR sangat jauh berbeda. Anggota Gepak Kuning yang ada di Kota Balikpapan berjumlah 1.200 orang dan yang bekerja hanya sekitar 30% saja. Ini yang sangat memberatkan anggota,” pungkasnya.

Unjuk rasa Gepak Kuning Kalimantan di depan gedung parlemen Kota Minyak mendapat perhatian dari anggota DPRD Balikpapan. Sejumlah anggota DPRD Balikpapan seperti Taufik Qulrahman, Ardiansyah, Riri Saswita Diano didampingi staf Sekretariat DPRD Balikpapan menerima para pengunjuk rasa yang mayoritas menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

“Aspirasi masyarakat Balikpapan yang menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini kita tampung dan akan kita tindak lanjuti sebagai bentuk fungsi kontrol,” ujar Taufik.

Pihaknya mengakui jika iuran BPJS Kesehatan akan tetap dinaikkan jelas sangat memberatkan masyarakat, utamanya warga kurang mampu. “Jika iuran BPJS Kesehatan tetap dinaikkan memang sangat memberatkan warga kurang mampu yang ada di Balikpapan. Ini akan kita tindaklanjuti,” pungkasnya.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here