Karhutla, Maulidin: Jadikan Pelajaran dan Hikmah Positif

0
386

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyebabkan kabut asap tebal di Balikpapan, mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Meski, kabut asap yang melanda kota ini belum separah di daerah lain, namun tetap dapat mengganggu kesehatan.

Pemerhati kota dan lingkungan Balikpapan, Maulidin mengatakan, dirinya sangat prihatin dengan kondisi asap tebal yang melanda kota Balikpapan. Meski belum mengganggu aktivitas warga, kabut asap ini dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

“Karhutla ini memberi kita banyak hikmah dan pelajaran yang positif buat Kota Balikpapan. Pertama, kalau kita lagi musim penghujan harus banyak membuat embung atau danau buatan penampung air yang bisa berfungsi sebagai sumber air baku untuk pengolahan air minum, sumber air bersih contoh negara maju,” kata Maulidin kepada Kabargupas.com, Rabu (18/09/2019).

Mantan anggota DPRD Balikpapan periode 2014-2019 ini menambahkan, mereka tidak mau air hujan terbuang percuma ke laut dan harus bisa dimanfaatkan lebih dulu. Itu yang dilakukan negara-negara maju, seperti di barat dan eropa.

Pemerhati kota dan lingkungan Kota Balikpapan, Maulidin.

“Jangan kalau hujan, berkah ini malah dianggap menjadi momok karena menyebabkan banjir di Kota Balikpapan. Saya berulang kali memberikan saran pada Bappeda dan Dinas PU untuk membuat embung-embung di sekitar hilir buangan air ke laut,” terang Maulid.

Begitu pula, ujar politisi Partai Nasdem Balikpapan ini, para developer atau pengembang perumahan harus wajib juga memiliki embung supaya bisa mengatasi kebutuhan air di perumahannya. Jadi tidak selalu tergantung dengan PDAM.

“PDAM fokus melayani masyarakat di pelosok Kota Balikpapan yang masih belum bisa terlayani oleh PDAM. Kedua, Maulid mengimbau, simpanan air di embung-embung berguna juga untuk penyiraman tanaman dan pohon peneduh, juga kebun masyarakat yang bisa mencegah kekeringan, juga iklim menjadi sejuk, tanaman jadi subur dan bisa mencegah kebakaran pula,” tambahnya.

“Semoga, kabut asap dan Karhutla di bumi Kalimantan dan sebagian pelosok
hutan wilayah Indonesia menjadikan hikmah dan memberikan kita ilmu untuk bijaksana dalam pengelolaan air dan rajin menanam supaya lingkungan Kota Balikpapan tetap sejuk dan tetap nyaman dihuni,” pungkas Maulidin.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here