Perkuat Jaringan di Tol Balsam, Telkomsel Akan Tambah 120 BTS

0
735

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Telkomsel telah menyiapkan infrastruktur jaringan untuk Ibu Kota Negara (IKN) baru, khususnya di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Bahkan, sebelum IKN ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo beberapa waktu lalu, Telkomsel di Kalimantan Timur sudah menyediakan 5.500 base transceiver station (BTS), Massive Mimo 1, dan 7 BTS Perbatasan.

Dari jumlah 5.500 BTS tersebut, 3.700 diantaranya adalah jaringan broadband yakni 3G/4G, terdiri 1.900 BTS 4G dan 1.700 BTS jaringan 3G. Di Kabupaten Kutai Kartanegara terdapat 1.200 BTS, 820 diantaranya adalah broadband BTS 3G/4G. Sedangkan di Kabupaten PPU terdapat 240 BTS, 170 diantaranya adalah broadband BTS 3G/4G.

Begitu pula jelang diresmikannya Jalan Tol Balsam (Balikpapan – Samarinda) sepanjang 100 Kilometer oleh Presiden RI Joko Widodo pada Oktober mendatang, Telkomsel juga akan memperkuat jaringan dengan menambah 120 BTS yang terdiri jaringan 4G sebanyak 70 BTS, 3G sebanyak 20 BTS dan 2G sebanyak 30 BTS.

“Jelang diresmikannya Jalan Tol Balikpapan – Samarinda sepanjang 100 Kilometer, Telkomsel akan memperkuat jaringan eksisting, yang pertama dengan menerapkan teknologi penggantian menggunakan L900. Jadi jangkauannya lebih luas,” ujar Rahmad Putra Jaya, GM Network Operation Quality Management Telkomsel Regional Kalimantan didampingi Ismu Widodo, GM Consumer Sales Telkomsel Regional Kalimantan saat acara “Media Update Kesiapan Infrastruktur Jaringan & Ekosistem Digital Telkomsel di Kalimantan” di Kantor Telkomsel Regional Kalimantan Jalan Ahmad Yani Balikpapan, Senin (23/09/2019).

Menurut Rahmad, ada sepanjang 15 Kilometer di Jalan Tol Balikpapan – Samarinda tersebut adalah kawasan blank spot, karena kawasan tersebut membelah hutan. Oleh karena itu, pihaknya berencana menambah infrastruktur. Namun, pihaknya sangat kesulitan karena tidak adanya listrik.

GM Network Operation Quality Management Telkomsel Regional Kalimantan, Rahmad Putra Jaya.

“Kami juga akan mencoba menerapkan BTS untuk yang green energi, yang hemat listrik tapi bisa menyiapkan share coverage bekerja sama dengan vendor kami,” terang Rahmad.

Dia menambahkan, kendala utama yang dihadapi Telkomsel dalam menambah BTS adalah tidak adanya listrik di lokasi tersebut. Jika dipaksakan menggunakan mesin diesel biayanya cukup mahal, yakni investasinya bisa Rp 300an juta setiap bulan.

“Itu biaya untuk solarnya saja untuk tiap bulan jika menggunakan mesin diesel yang bekerjanya 24 jam. Ini tantangan sendiri bagi kami. Makanya, kami mencoba menyiapkan energi alternatif, kombinasi terhadap solar, kombinasi menggunakan solarcell serta lainnya. Ini kami sedang mendesain bersama vendor kami untuk menyiapkan itu,” ungkap Rahmad.

Di jalan tol Balikpapan – Samarinda itu, lanjut Rahmad, pihaknya juga akan membuka komunikasi dengan pemerintah, termasuk melakukan komunikasi dengan pihak jasa marga untuk menyiapkan jaringan karena notabene yang menguasai jalan tersebut.

“Di provinsi lain memang seperti itu. Ya kami berharap dengan keberadaan jaringan Telkomsel di sepanjang jalan tol tersebut dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi Balikpapan – Samarinda jauh lebih cepat,” pungkasnya.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here