Gunakan Bom Ikan, Lima Nelayan di Berau Ditangkap Ditpolairud Polda Kaltim

0
356

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Jajaran Direktorat Kepolisian Perairan dan udara (Ditpolairud) Polda Kaltim menangkap 5 nelayan yang diduga pelaku illegal fishing di perairan Pasir Putih, Kabupaten Berau, Senin (23/09/2019). Diduga, dalam menjalankan aksinya kelima pelaku illegal fishing itu menggunakan bom ikan.

Direktur Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Kaltim, Kombes Pol Omad mengatakan, lima nelayan di Kabupaten Berau itu ditangkap karena diduga kuat mencari ikan dengan cara tidak biasa yakni menggunakan bom dengan cara dilemparkan ke dasar laut agar meledak di dasar dan ikan mati mengambang.

“Dikarenakan menggunakan bahan berbahaya dan dapat merusak ekosistem laut, kelima nelayan asal Sulawesi itu kita tangkap,” kata Omad didampingi Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kaltim, Kompol Teguh Nugraha kepada awak media di Mako Ditpolairud Polda Kaltim Jalan Alam Baru Somber Balikpapan, Selasa (24/09/2019).

Omad menambahkan, kronologis pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang diterima anggota Ditpolairud Polda tentang adanya kegiatan illegal fishing di perairan Pasir Putih yang mengguy bom ikan.

Direktur Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Kaltim, Kombes Pol Omad memberikan keterangan kepada awak media di Balikpapan.

“Mendapat laporan tersebut, tim gabungan dari Polairud Mabes Polri dan Polairud Polda Kaltim langsung merespon cepat dengan menggelar patroli di kawasan yang dimaksud. Setelah dilakukan penyisiran, petugas menemukan perahu hijau-putih mencurigakan di TKP dekat Pulau Bale Kukup,” terangnya.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap perahu maupun kelima nelayan tersebut. Saat perahu tanpa nama itu diperiksa, petugas menemukan puluhan bom ikan dalam kemasan botol. Untuk kepentingan penyelidikan, petugas kemudian mengamankan kelima nelayan dan perahu berikut isinya.

“Dari hasil pemeriksaan, kami menemukan 22 botol bom ikan rakitan, satu unit perahu tanpa nama sebagai barang bukti serta kelima nelayan,” tambah Omad.

“Kelima pelaku kita kenakan Undang-undang Perikanan Nomor 45 Tahun 2009 dan Undang-undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951, tentang Senjata dan Bahan Peledak dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp 20 miliar,” pungkasnya.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here