Puluhan Jurnalis Unjuk Rasa di Polres Balikpapan, Ini Penjelasannya

0
527

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Aksi kekerasan oknum aparat kepolisian terhadap jurnalis yang melakukan peliputan saat unjuk rasa mahasiswa menolak pengesahan RKHUP dan Undang Undang KPK di sejumlah daerah di tanah air, juga mendapat perhatian dari jurnalis di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sebagai bentuk solidaritas sesama jurnalis atas aksi kekerasan oknum aparat kepolisian itu, puluhan wartawan dari media cetak dan elektronik di Balikpapan menggelar aksi unjuk rasa di depan Polres Balikpapan, Jumat (27/09/2019).

Puluhan jurnalis dari sejumlah organisasi wartawan Kota Minyak seperti PWI, IJTI Korda Wilayah Balikpapan dan AJI Kota Balikpapan ini melakukan aksi unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi tentang maraknya aksi kekerasan aparat terhadap jurnalis.

Jurnalis Balikpapan long march dengan berjalan kaki dari taman Bekapai menuju Mapolres Balikpapan, Jumat (27/09/2019).

Koordinasi aksi, Muhammad Idris menjelaskan, aksi para pekerja media ini merupakan solidaritas terhadap wartawan yang menjadi korban aksi brutal oknum aparat kepolisian yang melakukan pengamanan unjuk rasa mahasiswa di sejumlah daerah. Dalam aksi ini, menurut Muhammad Idris, para pengunjuk rasa melakukan orasi sambil membentangkan spanduk, hingga membawa poster bertuliskan kecaman.

Tak hanya itu, para jurnalis juga meletakkan spanduk, poster dan tanda pengenal mereka berupa ID Card wartawan serta alat kerja berupa kamera foto dan kamera video di lantai depan pintu utama Mapolres Balikpapan sebagai bentuk protes terhadap polisi.

“Kami mengecam tindakan oknum kepolisian yang bertindak brutal dengan melakukan aksi kekerasan terhadap wartawan yang tengah melakukan peliputan unjuk rasa mahasiswa di sejumlah daerah,” kata Muhammad Idris yang juga Sekjen IJTI Kaltim ini.

Salah satu wartawan melakukan orasi di depan Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta, menyampaikan keluhan dan protes terhadap aksi kekerasan yang dilakukan oknum polisi pada unjuk rasa mahasiswa di beberapa daerah.

Dia menambahkan, aksi kekerasan terhadap jurnalis yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian juga menimbulkan korban luka fisik hingga kerusakan alat kerjanya. Padahal, dalam menjalankan tugas peliputan wartawan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Aksi ini adalah aksi solidaritas kami terhadap kawan-kawan kami yang menjadi korban kekerasan oknum anggota kepolisian di Makassar dan Jakarta berapa lalu saat aksi unjuk rasa mahasiswa menolak pengesahan RKHUP dan Revisi Undang Undang KPK,” terang Idris, sapaan akrab Muhammad Idris.

Dalam aksi di Mapolres Balikpapan ini, para pengunjuk rasa diterima langsung Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta bersama sejumlah pejabat teras Polres Balikpapan. Setelah berunjuk rasa di Mapolres Balikpapan, para jurnalis juga berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Balikpapan.

Penulis : Ipon
Editor : Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here