Soal Meet and Greet Jovi Adhiguna, Tauhid: Positif Thinking Dulu

0
346

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Meski ditolak oleh berbagai elemen masyarakat di Kota Minyak, termasuk anggota DPRD Balikpapan, rencana pelaksanaan Euphoria Before Fantasia yang menghadirkan selebgram Jovi Adhiguna di salah satu mal Balikpapan, ternyata mendapat tanggapan beragam dari sejumlah warga, Senin (07/10/2019).

“Positif thinking dulu kenapa sih, koq ujug-ujug langsung melakukan vonis. Euphoria before Fantasia adalah suatu tajuk atau tema, yang mana di dalamnya akan ada pelajaran etika dalam pergaulan atau gampangnya kepribadian,” kata Ahmad Tauhid, warga Balikpapan Timur menanggapi berita tentang Meet and Greet Jovi Adhiguna yang mendapat penolakan warga.

Menurut Ahmad Tauhid yang juga pengusaha travel dan biro perjalanan ini, dirinya pada 1988 lalu pernah ikut kursus kepribadian di John Robert Power Jakarta dan Alhamdulillah ilmu itu hingga saat ini bisa diamalkan. Salah satu instrukturnya waktu itu adalah Rae Sita Supit (artis Cintaku di Kampus Biru).

Di sini, terang Tauhid, dirinya diajarkan cara memperkenalkan diri, tata cara bertutur kata, mendengar dan menyimak kalimat lawan bicara. Cara berbusana yang baik dan santun, bagi profesi sales atau marketing, manager atau direktur.

“Mungkin karena yang tampil sebagai pembicara ada gejala LGBT, jadinya “Bubar Jalan”, cuma kalau Marissa Haque atau Farah Fawcet dan Tatum Onel mugkin tanggapannya lain,” tambah Ahmad Tauhid melalui pesan WhatsApp.

Dia menambahkan, Balikpapan yang akan jadi pintu gerbang IKN (Ibu Kota Negara) harus punya sekolah kepribadian agar generasi muda kita tidak berkepribadian ganda (labil). Kesimpulannya, orang yang punya kepribadian enak diajak ngobrol dan berdiskusi, dan pasti dapat sebagian ilmu kehidupan darinya.

“Ada jiwa dalam setiap tutur katanya. Wartawan wajib punya ilmu ini, tulisannya sederhana (mudah di mengerti) tapi tajam melebihi Samurai,” ujarnya.

Saat ditanya setuju dengan kegiatan Euphoria Before Fantasia tersebut tetap dilaksanakan di Balikpapan, Ahmad Tauhid mengatakan setuju dengan topiknya. Cuma mungkin figur yang membawakannya sudah mendapat sanksi sosial duluan dari orang-orang yang belum paham tentang hal di atas.

“Mari kita perhatikan sama-sama, anak-anak muda sekarang ini kan banyak yang labil mentalnya (pribadinya). Jadi seharusnya Pemkot mendukung dan memberikan ruang demi masa depan generasi penerus,” ucap Tauhid.

“Beberapa waktu lalu hampir setiap saat kita disajikan menu hoax, kenapa bisa begitu? Karena Kepribadian sebagai bangsa sudah luntur (hilang),” pungkasnya.

Seperti diketahui, Meet and Greet Jovi Adhiguna yang rencananya digelar di salah satu mal, mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat, tak terkecuali dari anggota DPRD Balikpapan. Bahkan, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi melalui Instagram storinya menyampaikan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan penyelenggara kegiatan. Rizal juga menyebutkan bahwa penyelenggara mendengar aspirasi warga.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here