Bawa Sabu 5,5 Kg Asal Malaysia, Riza Tak Berkutik Dibekuk Polisi

0
433

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kaltim kembali menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu asal negeri tetangga Malaysia seberat 5,513 kilogram. Sabu senilai lebih dari Rp10 miliar tersebut dirilis dihadapan wartawan oleh Ditresnarkoba di Kompleks Mako Polda Kaltim Jalan Kolonel Syarifuddin Yoes Balikpapan, Selasa (08/10/2019).

Direktur Resnarkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Akhmad Shaury mengatakan, sabu seberat 5,5 kg lebih ini kita amankan dari seorang warga bernama Riza Pahlipi alias Ambon (36) di Jalan DI Panjaitan Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda pada 30 September 2019.

“Ditangkapnya tersangka berkat informasi masyarakat yang resah makin maraknya peredaran narkoba jenis sabu dari Tawau Malaysia ke Indonesia. Anggota Opsnal Subdit I Ditresnarkoba Polda Kaltim pada Senin 30 September 2019 mencurigai tersangka. Setelah dilakukan penangkapan dan pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga sabu,” kata Akhmad Shaury kepada kabargupas.com disela-sela kegiatan.

Dia menambahkan, hasil pemeriksaan petugas didapati barang bukti narkoba jenis sabu seberat 5.513 gram atau 5,5 kilogram lebih yang dibawa tersangka dari Tanjung Selor, Kaltara. Saat ditemukan, sabu oleh tersangka dimasukan ke dalam kardus dan dililit lakban berwarna coklat. Tersangka tidak berkutik ketika petugas membekuknya dengan jumlah barang bukti sabu yang cukup banyak.

“Dari pengakuan tersangka kepada petugas, tersangka membawa sabu asal Malaysia dari Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan pada Minggu (29/08/2019). Ditangkap petugas pada hari yang sama di Samarinda saat perjalanan menggunakan mobil travel,” terang Shaury.

Rencananya, papar Shaury, sabu tersebut oleh tersangka akan dibawa ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan dengan rute Tanjung Selor – Samarinda dengan menggunakan travel. Dia kemudian beralih kendaraan saat rute mulai berubah yakni dari Samarinda – Banjarmasin Kalimantan Selatan, naik bus.

Kepada petugas, tersangka Riza Pahlipi mengaku melakoni pekerjaan menjadi kurir narkoba lintas negara baru kali ini dan mendapat upah sebesar Rp50 juta rupiah, untuk sekali pengiriman.

“Atas perbuatannya, tersangka kita jerat dengan pasal pasal 114 (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara,” papar Shaury.

Tingginya ancaman hukuman bagi para pengedar, pemilik, penyimpan, dan pengguna narkoba, harusnya menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak bermain-main dengan narkoba.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam pengunaan dan peredaran narkoba karena ancaman hukumannya cukup tinggi. Kami juga tidak akan berhenti melakukan pemberantasan peredaran narkoba, meski narkoba yang dipasok dari Malaysia juga semakin marak,” pungkasnya.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here