Riri Dorong Pemkot Balikpapan Tingkatkan Promosi Produk UMKM

0
483

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Balikpapan yang terus mengalami penurunan pemasaran, tampaknya perlu mendapat perhatian dari semua pihak, tak terkecuali perhatian dari Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Terlebih, disaat kondisi ekonomi lesu akibat diberlakukannya bagasi berbayar, serta menurunnya kunjungan wisata di Kota Minyak, yang dampaknya sangat dirasakan para pelaku UMKM.

Padahal, produk UMKM di Balikpapan sangat bervariatif dan tak kalah bersaing dengan produk UMKM dari luar Balikpapan. Produk UMKM andalan Balikpapan itu diantaranya Abon Kepiting (Bonting), Amplang Rumput Laut, Amplang Kuku Macan, Peyek Kepiting, hingga snack berbahan baku dari Kangkung.

Anggota DPRD Balikpapan, Riri Saswita Diano mengatakan, produk UMKM di Balikpapan cukup beragam dengan kemasan yang menarik hingga menjadi oleh-oleh khas dan andalan Kota Balikpapan. Sayang, kurangnya promosi membuat produk UMKM Balikpapan tak mampu bersaing dengan produk dari luar Balikpapan.

Anggota DPRD Balikpapan dari fraksi PDI Perjuangan, Riri Saswita Diano.

“Kami mendorong Pemkot Balikpapan, khususnya dinas terkait untuk lebih memaksimalkan promosi agar produk UMKM Balikpapan bisa lebih dikenal masyarakat, khususnya bagi wisatawan yang datang ke Balikpapan,” kata Riri kepada Kabargupas.com saat ditemui di Kantor DPRD Balikpapan, Selasa (08/10/2019).

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, jika melihat hasil produksi UMKN di Balikpapan cukup bervariasi dan tidak dimiliki oleh daerah lain. Namun, kurangnya promosi membuat produk UMKM Balikpapan perlahan mulai kurang diminati, terlebih diberlakukannya bagasi berbayar hingga wisatawan yang datang ke Balikpapan enggan membawa produk UMKM Balikpapan sebagai buah tangan.

Dirinya berharap, Pemkot Balikpapan, dalam hal ini OPD terkait dapat membantu para pelaku UMKM untuk meningkatkan promosi produk-produk mereka. Banyak UMKM yang potensial, namun akibat kurangnya promosi banyak yang mengalami kesulitan untuk memasarkan produk-produknya.

“Kurangnya promosi membuat para pelaku UMKM kesulitan untuk memasarkan produk-produknya. Padahal produk UMKM di Balikpapan tidak kalah bersaing dengan produk dari luar,” pungkasnya.

Penulis: Wahyu Sugiarto
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here