Pangdam VI/Mulawarman Silaturahmi Dengan Warga PPU dan Paser

0
482

Kabargupas.com, PENAJAM – Panglima Kodam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto beserta Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo dan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Masud, serta beberapa pejabat Kodam VI/Mulawarman, DPRD Paser, pejabat Kodim 0913/PPU, Polres PPU, Polsek Longkali, beserta para tokoh adat dari berbagai suku, ormas, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pihak terkait lainnya dari Kabupaten PPU dan Kabupaten Paser, menggelar silaturahmi komunikasi sosial dialogis di aula Kantor Pemkab PPU, Selasa, (15/10/2019).

Silaturahmi tersebut dilaksanakan terkait dengan peristiwa penikaman yang terjadi di jalan Coastal Road Pantai Nipah-Nipah Kecamatan Penajam, yang mengakibatkan salah satu warga Desa Muara Toyu Kecamatan Long Kali Kabupaten Paser yang merupakan pelajar SMK Pelita Gama meninggal dunia. Dari kegiatan yang digelar tersebut dihasilkan kesepakatan bersama yang diantaranya, menyerahkan sepenuhnya permasalahan tersebut sesuai proses hukum dan undang undang yang berlaku, tidak akan terpancing dengan isu-isu yang mengarah kepada gangguan kamtibmas, siap bekerjasama dengan pihak keamanan yang ada di PPU dan Paser untuk meminimalisir terjadi konflik yang berujung SARA.

Selain itu, juga mensosialisasikan dan menginformasikan kepada teman, keluarga dan masyarakat untuk tidak melakukan aksi dan pengerahan massa yang dapat mengganggu kondusifitas wilayah PPU dan Paser.

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan silaturahmi bersama sehingga setelah kesepakatan dihasilkan agar dapatnya menyelesaikan permasalah yang sedang terjadi. Peristiwa yang terjadi ini merupakan ujian kecil dimana kedepannya PPU akan menjadi IKN sehingga orang-orang akan berbondong-bondong datang ke PPU.

“Diharapkan ke depannya setiap masalah-masalah agar dapatnya selalu diselesaikan dengan asas musyawarah dan mufakat untuk selalu dapat menjaga kerukunan antar bangsa dan menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika,” jelas Mayjen TNI Subiyanto.

Sementara itu Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Kavaleri Dino Martino, S.I.P menerangkan, berkaitan dengan komunikasi sosial dialogis ini merupakan wadah dan ruang yang tepat untuk dapat saling menyelesaikan permasalahan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk penyelesaiaan yang dilakukan sekaligus sebagai sarana mediasi antar kedua belah pihak yang bertikai.

Diingatkan agar masyarakat tidak terpancing berita media sosial yang menghasut untuk menimbulkan konflik antar suku. Jangan mudah terpengaruh oleh isu-isu di media sosial yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya (hoax) yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat di PPU.

Penulis: Wahyu Sugiarto
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here