KRB Minim Pemasukan, Alwi: Harus Diikat Agar Jatuhnya Tidak Pungli

0
374

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Menyikapi keluhan pengelola Kebun Raya Balikpapan (KRB) terkait minimnya pemasukan dari tiket pengunjung, Komisi 3 DPRD Balikpapan akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Koordinasi tersebut tak lain untuk memastikan legalitas penarikan biaya tiket masuk KRB oleh pengelola.

Ketua Komisi 3 DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri mengatakan, terkait masih gratisnya pengunjung ketika masuk ke KRB, membuat pengelola kesulitan melakukan inovasi. Padahal, jika dikelola secara profesional dan penarikan uang tiket masuk bisa dilakukan, KRB dipastikan dapat mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Kota Balikpapan.

Menurut Alwi, pengelolaan KRB harus dilakukan secara profesional agar PAD Balikpapan dapat meningkat. Selain itu, minimnya pemasukan di KRB ini harus ditindaklanjuti dan harusnya cepat diikat agar para pengelola KRB saat memungut uang tiket masuk jatuhnya pungli.

“Kalau sampai kita biarkan saja, memang repot juga. Dikarenakan Komisi 3 DPRD Balikpapan ini baru terbentuk setelah ditetapkannya AKD, mudah mudahan kita bisa gerak cepat agar penarikan uang tiket masuk KRB itu jatuhnya tidak pungli,” kata Alwi.

Pihaknya berharap, dalam waktu satu bulan ini pihaknya bisa membahas untuk semua yang ada di bawah Komisi 3 DPRD Balikpapan. Terkait payung hukum untuk melindungi pengelola KRB dalam melakukan penarikan uang tiket masuk, Alwi belum bisa memastikan untuk pembuatan Peraturan Daerah (Perda) Kota Balikpapan tersebut.

“Kita belum tahu kapan kita buat Perdanya. Nanti akan kita kaji lagi,” pungkas Alwi.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here