Lahan Stadion Kembali Ditanyakan, Komisi 1 Minta Pemkot Segera Bayar

0
520
Ketua Komisi 1 DPRD Balikpapan, Johny Ng.

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan kembali meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan segera menyelesaikan pembayaran ganti rugi lahan warga di Stadion Batakan Jalan Mulawarman Balikpapan.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi 1 DPRD Balikpapan Johny Ng kepada Asisten 1 Pemkot Balikpapan Syaiful Bachri saat pertemuan dan perkenalan pimpinan dan anggota Komisi 1 dengan para Camat dan Lurah se-Balikpapan di ruang rapat gabungan lantai 2 Kantor DPRD Balikpapan, Selasa (29/10/2019).

“Permasalahan pembayaran ganti rugi lahan warga di Stadion Batakan Balikpapan harus segera dilakukan karena warga selaku pemilik lahan sangat mengharapkan pembayaran tersebut. Apalagi, warga sudah belasan tahun menunggu niat baik Pemkot Balikpapan untuk pembayaran lahan mereka,” ujar Johny Ng,

Dia menambahkan, jika memang itu hak warga dan selaku pemilik yang sah, harusnya tidak perlu dilakukan penundaan pembayaran ganti rugi lahan tersebut. Mengingat anggaran untuk pembayaran ganti rugi lahan warga di Stadion Batakan juga sudah ada.

“Kan anggarannya ada, kenapa harus ditunda tunda. Kasihan dong warga yang tanahnya dipakai untuk stadion tapi belum diganti rugi. Ada apa ini,” tanya politisi Partai Golkar Balikpapan ini.

Suasana pertemuan yang digelar Komisi 1 DPRD Balikpapan dengan Asisten 1 Pemkot Balikpapan bersama para camat dan lurah se-Balikpapan di Kantor DPRD Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, Selasa (29/10/2019).

Sementara itu, Asisten 1 Pemkot Balikpapan Syaiful Bachri mengatakan, lahan stadion ini kan ada permasalahan internal kepemilikan. Jadi ada masyarakat yang memiliki lahan dengan luasan 1 hektar sudah dikapling kapling, dan ada pemiliknya tidak ada ditempat.

“Kemarin kita menyuruh mereka bernegosiasi karena jangan sampai alas hak yang dimiliki 1 hektar, ternyata dengan di kapling kapling itu luasnya lebih,” kata Syaiful Bachri.

Menurut Syaiful Bachri, mengenai anggaran untuk pembayaran ganti rugi lahan warga di Stadion Batakan tersebut saat ini tersedia di Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) Balikpapan. Tahapan ganti rugi itu setelah ada peta bidang terbit, lalu ada musyawarah.

“Musyawarah itu kan bukan menawar harga, tapi musyawarah itu bentuk ganti kerugian. Apakah mereka mau dibayar dengan uang atau dalam bentuk yang lain,” jelas Syaiful.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here