Puryadi Dorong Pengembang di Balikpapan Utara Sediakan Lahan Untuk Sekolah

0
606

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Minimnya sarana pendidikan di Kecamatan Balikpapan Utara mendapat perhatian dari anggota DPRD Balikpapan, Kalimantan Timur. Terlebih dengan makin banyaknya pembangunan perumahan saat ini yang sangat berdampak terhadap kondisi pendidikan di wilayah tersebut, khususnya tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Anggota DPRD Balikpapan Puryadi mengatakan, pihaknya mengaku prihatin dengan minimnya fasilitas pendidikan di wilayah Balikpapan Utara yang keberadaannya tidak berbanding lurus dengan jumlah penduduk, khususnya usia sekolah. Menjamurnya perumahan di wilayah itu, menjadi salah satu penyebab meningkatnya persoalan yang berkaitan dengan pendidikan.

“Apalagi dengan banyaknya perumahan baru, yang otomatis akan menambah jumlah penduduknya. Rata-rata para penghuni perumahan baru itu adalah usia produktif, yang notabene juga banyak “mencetak” anak,” kata Puryadi kepada Kabargupas.com saat ditemui di Kantor DPRD Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, Rabu (06/11/2019).

Di Balikpapan Utara, tambah Puryadi, perumahan yang tengah dibangun jumlahnya bisa mencapai puluhan, diantaranya Perumahan Batu Raden, Perumahan Langit Biru, Perumahan Taman Sari VIP II, Taman Sari VIP I, Perumahan Bukit Batuah, Perumahan Madinah, Perumahan Al Ikhlas, Perumahan Pasifik, Atlantik dan lainnya.

Bukit Batuah sendiri, terang politisi Partai Nasdem ini, rencananya membangun rumah sebanyak 6 ribu rumah. Enam ribu rumah berarti 6 ribu kepala keluarga (KK), ucapnya, itu layak dimekarkan jadi satu kelurahan.

“Itu baru perumahan Bukit Batuah, belum perumahan lainnya. Kondisi ini tentu juga akan berdampak terhadap peningkatan pendidikan, yang dipastikan jumlah sekolah akan semakin minim jika pemerintah tidak segera mengambil langkah antisipasi terjadinya gejolak di masyarakat,” tambahnya.

Oleh karena itu, pihaknya juga mendorong pengembang perumahan untuk menyediakan sarana pendidikannya, berupa lahan untuk sekolah dasar (SD) maupun lahan untuk sekolah menengah pertama (SMP). Pasalnya, para penghuni rumah yang berdiam di perumahan tersebut adalah usia produktif, yakni pasangan muda yang memiliki anak usia sekolah.

“Saya mendorong pengembang perumahan bisa menyiapkan, atau bahkan membangun sarana pendidikan berupa SD dan SMP, utamanya di perumahan Bukit Batuah yang jumlah rumahnya nanti sebanyak 6 ribu rumah. Kami akan berjuang disitu, agar sekolah di perumahan tersebut dapat terbangun,” harap Puryadi.

Lebih lanjut, papar Puryadi, kalau dari pengembang sudah menyiapkan lahannya, maka buatkan surat hibahnya lalu berikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan agat dibangunkan sekolahan. Namun, ketika membangun fasilitas pendidikan juga harus dibarengi dengan SDM-nya akan pendidikan di Balikpapan benar-benar merata.

“Jangan hanya membangun fisiknya, pembangunan tersebut juga harus dibarengi dengan kesiapan SDM-nya agar masyarakat di Balikpapan, khususnya warga Balikpapan Utara benar-benar merasakan pendidikan yang layak,” pungkasnya.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here