Reses Yohanis di Batakan, Warga Keluhkan Adanya Biaya Urus IMTN

0
348

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Ratusan warga dari sejumlah rukun tetangga (RT) menghadiri reses masa persidangan tiga tahun 2019 anggota DPRD Balikpapan dari PDI Perjuangan Yohanis Patiung di kediaman Ketua RT 66 Jalan Pemuda Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur, Kamis (21/11/2019) malam.

Hadir dalam reses ini, Ketua DPC PDI Perjuangan yang juga Wakil Ketua DPRD Balikpapan Thohari Aziz, Lurah Manggar Hj. Nursiah, Camat Balikpapan Timur Priyono, Kepala Puskesmas Manggar serta lainnya.

Reses anggota DPRD Balikpapan periode 2019-2024 ini, merupakan kegiatan kali pertama dilaksanakan. Berbagai usulan disampaikan warga dalam reses Yohanis Patiung ini, diantaranya pembangunan jalan lingkungan, yakni semenisasi jalan sepanjang 150-200 meter di RT 66.

Di reses ini, juga disampaikan tentang proses pengurusan IMTN. Adalah Yustinus Surak, tokoh masyarakat Jalan Pemuda Batakan yang mengeluhkan sulitnya mengurus IMTN.

Menurut Yustinus, mengurus surat IMTN saat ini terbilang sulit karena prosesnya berbelit dan memakan waktu yang cukup lama. Selain itu, pengurusan surat IMTN yang seharusnya gratis, kini dibebani biaya yang tak terduga mulai Rp2 juta hingga Rp 2,5 juta.

“Kami mengeluhkan sulitnya mengurus surat IMTN di kantor Kecamatan Balikpapan Timur. Katanya gratis, tapi saat mengurus surat IMTN itu kami dibebani dengan biaya sebesar Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta. Kalau gratis ya gratis, tapi kalau ada biayanya lebih baik dibuatkan regulasinya sekalian agar biaya tersebut bisa masuk ke kas daerah dan menambah pendapatan asli daerah,” kata Yustinus.

Anggota DPRD Balikpapan Yohanis Patiung mengatakan, reses ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab anggota DPRD Balikpapan dalam menampung aspirasi masyarakat, dan baru kali ini digelar di Jalan Pemuda Batakan.

“Selama ini warga tidak mengetahui apa itu reses, dan baru tahu setelah reses kita laksanakan disini,” kata Yohanis.

Dari hasil reses ini, diketahui ternyata berbagai persoalan banyak terjadi di lingkungan ini. Salah satu persoalan itu adalah pengurusan IMTN. Pengurusan IMTN yang harusnya gratis, kini warga dibebani oleh adanya biaya tidak terduga itu.

“Kami minta perhatian dari Pak Camat untuk menindaklanjuti keluhan warga terkait adanya biaya pengurusan IMTN ini,” tandasnya.

Selain IMTN, sejumlah persoalan di lingkungan Jalan Pemuda Batakan ini juga jadi perhatian Yohanis Patiung, seperti infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan hingga antre berjam-jam saat membeli gas elpiji 3 kilogram.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here