Tenaga Kerja Hingga PDAM Jadi Bahasan di Reses Budiono

0
593

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Ratusan warga Jalan Wolter Monginsidi Kelurahan Baru Ulu menghadiri reses masa persidangan tiga tahun 2019 anggota DPRD Balikpapan dari PDI Perjuangan, Budiono.

Reses Wakil Rakyat dari Komisi 4 DPRD Balikpapan ini dihadiri Sekcam Balikpapan Barat Nurka, Lurah Baru Ulu Muhammad Rizal, Ketua PAC PDI Perjuangan Balikpapan Barat, perwakilan Puskesmas Baru Ulu, perwakilan PDAM serta lainnya.

Banyak aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam reses ini, baik soal usulan, keluhan, dan masukan. Mayoritas usulannya adalah pembangunan lingkungan meliputi, pembangunan jalan, pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, serta lainnya.

Warga RT 19 Baru Ulu, Bambang dalam reses ini mengeluhkan minimnya tenaga kerja Balikpapan, khususnya warga dari Kelurahan Baru Ulu yang tidak mendapatkan tempat di perusahaan-perusahaan yang ada di Balikpapan.

“Banyaknya perusahaan yang eksis di kota ini, ternyata tidak juga mengakomodir putra-putri kami untuk bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Balikpapan,” kata Bambang.

Perusahaan bersangkutan justru mengambil tenaga kerja dari luar Balikpapan, atau membawa tenaga kerja sendiri. Oleh karena itu, pihaknya meminta DPRD Balikpapan bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat Baru Ulu ini, khususnya dalam penanganan tenaga kerja.

“Kami juga minta Dinas Tenaga Kerja untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak kami menjadi tenaga kerja di perusahaan, termasuk tenaga kerja di Pertamina,” tambah Bambang.

Berbeda dengan Bambang, Ketua RT 26 Baru Ulu Baharuddin justru mengeluhkan tentang distribusi air PDAM yang tidak mengalir. Menurut Baharuddin, setiap hari air PDAM hanya mengalir pada dini setiap pukul 02.00 Wita.

“Air PDAM di lingkungan kami hanya mengalir setiap subuh, sementara di lingkungan sebelah air mengalir setiap hari. Mohon perhatiannya,” kata Baharuddin.

Suasana reses anggota DPRD Balikpapan, Budiono di Jalan Wolter Monginsidi Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat, Sabtu (23/11/2019).

Tak jauh berbeda, Ketua RT 25 Baru Ulu Suprapto keluhan yang disampaikan juga masalah PDAM, khususnya masalah sambungan pipa air PDAM yang sudah diajukan tapi belum juga terealisasi.

“Usulan sudah dilakukan berkali-kali, tapi tidak ada kejelasannya, hingga pihaknya tidak nyaman dengan warga yang selalu diminta fotokopinya, khususnya bagi penerima MBR,” tambah Suprapto.

Perwakilan PDAM, Khairil, memberikan jawaban sebagai berikut, permohonan warga, khususnya dari program MBR, terpaksa ditunda karena kurangnya pasokan air baku PDAM.

“Saat ini kami mengalami kesulitan air baku, dan sedang mengupayakan melalui sumur dalam. Jika air baku sudah tersedia, khususnya melalui jalur air tanah, baru kami bisa melayani pemasangan untuk program MBR tersebut,” ujar Khairil.

Usulan warga tentang lahan Inhutani yang kini ditempati warga sebagai rumah tinggal juga disampaikan di reses ini.

Anggota DPRD Balikpapan Budiono mengatakan, seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan di reses ini akan ditindaklanjuti dan ditampung guna dimasukan dalam program kegiatan pembangunan kota.

“Usulan warga yang disampaikan dalam reses ini akan kita tindaklanjuti. Yang saat ini menjadi keluhan atau sorotan warga diantaranya tentang tenaga kerja. Namun, dari keluhan itu paling banyak didominasi masalah pelayanan PDAM serta kejelasan status tanah Inhutani yang kini berdiri rumah warga,” kata Budiono.

Terkait tanah milik Inhutani yang saat ini dikuasai warga, sudah dijelaskan oleh Lurah Baru Ulu. Pihaknya berharap, persoalan tanah tersebut dapat terselesaikan. Apalagi, pihak PT Inhutani bersiap melepaskan tanah tersebut melalui Pemkot Balikpapan.

“Persoalan tanah milik PT Inhutani yang dikuasai warga, kini ada titik terang setelah Pak Lurah menyampaikan informasi penting tersebut kepada warga. Saya berharap, semua permasalahan tanah Inhutani di Baru Ulu dapat diselesaikan,” tutup Budiono.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here