Diabetes Day, Persadia: 30 Ribu Warga Balikpapan Pengidap Diabetes

0
764

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Cabang Balikpapan melaksanakan peringatan Balikpapan Diabetes Day ke-20 tahun 2019 di halaman Kantor Wali Kota Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, Minggu (24/11/2019) pagi tadi.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menjaring para penyandang diabetes untuk bergabung bersama-sama mengedukasi diri, agar penderita mengetahui cara untuk mengurangi resiko-resikonya ini dihadiri Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi SE, Ketua Persadia Balikpapan Dr Lukman Hatta, Sp.PD serta ratusan warga Balikpapan penderita diabetes.

Peringatan Diabetes Day ke-20 yang digelar ini ditandai dengan senam sehat, serta pelepasan balon dan pelepasan peserta jalan sehat oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, pemerintah kota menginginkan angka penderita diabetes di Balikpapan menurun, tidak terus meningkat karena itu menjadi salah satu penyakit yang masuk dalam daftar lima besar penyakit sedunia, termasuk di kota Balikpapan.

“Tingginya angka penderita diabetes di Balikpapan ini tidak terlepas dari gaya hidup masyarakat, diantaranya pola makan serta lainnya. Oleh karena itu, kehadiran pemerintah di kegiatan ini sangat penting untuk menyadarkan masyarakat untuk hidup sehat,” ujar Rizal Effendi disela-sela kegiatan.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi memberikan sambutan pada peringatan Hari Diabetes Sedunia yang digelar Persadia Balikpapan di halaman Pemkot Balikpapan Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (24/11/2019).

Dia menambahkan, dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan masyarakat, khususnya peserta peringatan Hari Diabetes Sedunia di Balikpapan dapat mengerti cara hidup sehat.

“Dengan kegiatan ini pula, kita harapkan angka penderita diabetes di Balikpapan tidak terus mengalami kenaikan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Persadia Balikpapan Lukman Hatta mengatakan, pengidap diabetes di dunia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di Balikpapan jumlah penderita diabetes tersebut mengalami kenaikan.

“Meningkatnya jumlah pengidap diabetes ini dipacu oleh perubahan gaya hidup. Dimana kita sekarang banyak diam, kurang olahraga, kurang gerak, dan juga makanan yang terlalu bebas. Tidak menutup mata ya, dimana mana mudah mendapatkan aneka makanan, baik secara online maupun lainnya. Dan makanan itu belum tentu sehat buat kita,” kata Lukman saat ditemui kabargupas.com disela-sela kegiatan.

Puluhan warga antusias mendapatkan pelayanan dan informasi tentang penyakit diabetes dalam peringatan Hari Diabetes Sedunia di halaman Kantor Wali Kota Balikpapan, Minggu (24/11/2019).

Menurut Lukman, makanan-makanan tersebut membuat sebagian masyarakat menjadi kegemukan, peningkatan gula, peningkatan kolesterol, peningkatan tekanan darah serta lainnya.

“Bukan hanya gula saja, tapi juga menyebabkan penyakit-penyakit lainnya seperti tekanan darah tinggi yang akhirnya meningkatkan angka kesakitan dan kematian dari penduduk dunia, termasuk penduduk Indonesia dan Balikpapan,” tambahnya.

Dari angka nasional, tercatat jumlah penderita diabetes meningkat 6,7 persen dari tahun sebelumnya menjadi 12,2 juta jiwa. Sedangkan di Balikpapan, dari jumlah penduduk sekitar 600 ribu penduduk, 30 ribu warga Balikpapan dipastikan adalah pengidap diabetes.

“Dari jumlah tersebut yang kelihatan baru setengahnya. Yang dua kali lipatnya kita tidak tahu karena gejala diabetes memang tidak ada atau tidak terasa. Khususnya orang Indonesia selalu merasa dirinya sehat kalau tidak terasa apa-apa. Padahal, kalau sudah ada keluhan seperti gagal ginjal, sakit jantung, itu sudah terlambat,” pungkas Lukman.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here