Gali Informasi Pengelolaan Retribusi dan Pajak Daerah, DPRD Balikpapan ke Kendal

0
691

Kabargupas.com, KENDAL – Sebanyak 25 anggota DPRD Kota Balikpapan melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke DPRD Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Jumat (29/11/2019).

Kunker puluhan anggota DPRD Balikpapan ke DPRD Kabupaten Kendal ini adalah bagian dari rangkaian Kunker anggota DPRD Balikpapan di dua daerah di Jawa Tengah. Sehari sebelumnya (Kamis, red), rombongan juga telah melakukan kegiatan yang di DPRD Kota Semarang.

Rombongan Wakil Rakyat dari Kota Minyak yang dipimpin Wakil Ketua II DPRD Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle ini diterima Kabag Umum Sekretariat DPRD Kabupaten Kendal, Indar Suci Mulyani bersama sejumlah perwakilan OPD Kabupaten Kendal di Gedung Paripurna DPRD Jalan Soekarno Hatta, Kendal.

Dalam kunjungannya, rombongan anggota DPRD Balikpapan menggali berbagai informasi penting berkaitan dengan retribusi dan pajak daerah. Termasuk kiat-kiat meningkatkan retribusi dan pajak daerah dari berbagai sektor.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle mengatakan, kunjungan kerja yang dilakukan DPRD Kota Balikpapan dalam rangka studi tiru peran DPRD dalam mendorong Program Inovasi dari Masyarakat dalam Pelaksanaan Pembangunan serta Optimalisasi Retribusl untuk Peningkatan PAD di DPRD Kabupaten Kendal.

Wakil Ketua II DPRD Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle, menyampaikan maksud dan tujuan melakukan kunjungan kerja di DPRD Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

“Ada beberapa item yang ingin kita coba gali dari Kabupaten Kendal, yang nantinya akan diaplikasikan di Balikpapan, yakni peran DPRD dalam mendorong peran masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan, Terdapatnya saluran tersendiri yang mengakomodir inovasi dari masyarakat serta peningkatan PAD apakah pemerintah kota melakukan penetapan potensi pendapatan berdasarkan kajian yang diperbarui tiap tahun,” kata Sabaruddin.

Dia menambahkan, DPRD Balikpapan juga menanyakan tentang sudah terpasangnya alat perekam data transaksi pajak dan retribusi untuk restoran dan hotel yang dilakukan Pemkab Kendal. Menurutnya, kegiatan tersebut apakah DPRD dilibatkan khusus oleh pemerintah kota untuk melakukan pengawasan dan pemantauan di lapangan untuk pencapaian target pajak.

“Kami juga menggali tentang inovasi yang berbasis kearifan lokal dan berkolaborasi dengan millenial. Kegiatan tersebut apakah terdapat payung hukum untuk penerapannya,” tambah Sabaruddin.

Sementara itu, Kabag Umum Sekretariat DPRD Kota Kendal, Indar Suci Mulyani mengatakan, Kabupaten Kendal adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Kendal dan masuk dalam Wilayah Metropolitan Kedungsapur yang merupakan Wilayah Metropolitan terbesar keempat setelah Jabodetabek, Gerbangkertosusila, dan Bandung Raya.

“Kabupaten Kendal berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kota Semarang dan Kabupaten Semarang di timur, Kabupaten Temanggung di selatan, serta Kabupaten Batang di barat. Kendal juga dikenal dengan Kota Santri karena terdapat ribuan pondok pesantren terutama di Kecamatan Kaliwungu dan juga dikenal dengan Kota Seni dan Budaya,” kata Indar.

Dia menambahkan, Kabupaten Kendal memiliki luas wilayah 1.002,23 km2, populasi penduduknya 1.176.176 jiwa dengan kepadatan penduduk 1.173,56 jiwa/km2. Kabupaten Kendal memiliki 20 kecamatan dan 285 kelurahan dengan APBD Rp2,3 triliun.

Rombongan anggota DPRD Balikpapan antusias menggali informasi tentang pengelolaan PAD di DPRD Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kendal pada 2018 ditargetkan sebesar Rp338 miliar, terealisasi Rp335 miliar. Pada 2019, PAD Kabupaten Kendal ditargetkan sebesar Rp412,5 miliar, hingga November ini baru terealisasi sebesar Rp228,6 miliar.

“Berbagai upaya sudah kita lakukan untuk mencapai target tersebut. Namun tetap saja PAD yang ditargetkan tidak tercapai,” tambah Indar.

Kabupaten Kendal juga mengandalkan objek wisata untuk meningkatkan PAD kota, diantaranya melalui objek wisata pemandian air panas Gonoharjo Nglimut di lereng Gunung Ungaran, Pantai Muara Kencan di Kecamatan Patebon, Pantai Ngebum di Kecamatan Kaliwungu, dan Pantai Sendang Sekucing di Kecamatan Rowosari.

“Agrowisata kebun teh Medini di Kecamatan Limbangan, dimana tampak pemandangan Kota Semarang dari atas di Gunung Ungaran yang berketinggian 2.100 meter. Goa Kiskendo di Kecamatan Singorojo, goa ini mempunyai legenda tentang Mahesa Sura dan Lembu Sura serta Sugriwa dan Subali juga dioptimalkan untuk bisa meningkatkan PAD Kabupaten Kendal,” jelasnya.

“Tak jauh berbeda dengan wisata religi, Kabupaten Kendal juga mengandalkan Makam Sunan Bromo di Bebengan Kecamatan Boja, Makam Kyai Mandurorejo (bupati Pekalongan I) Protomulyo Kaliwungu Selatan, Makam Wali Gembyang di Patukangan, Makam Wali Joko di Komplek Masjid Agung Kendal serta lainnya,” tutup Indar.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here