Tim 11 Pertanyakan 1.645 Tenaga Kerja Lokal di RDMP Pertamina

0
591

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Ratusan massa dari sejumlah organisasi kedaerahan di Kota Balikpapan yang tergabung dalam Persatuan Ormas Asli Kalimantan (POAK) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Balikpapan Jalan Jenderal Sudirman, Senin (09/12/2019).

Aksi ratusan massa di depan Kantor Wali Kota Balikpapan ini menuntut keterbukaan Pertamina dalam proses penerimaan tenaga kerja pada proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Refinery Unit V Balikpapan.

Para pengunjuk rasa menilai Pertamina tidak transparan dalam melakukan penerimaan tenaga kerja lokal untuk berkesempatan bekerja dalam proyek perluasan kilang Balikpapan yang saat ini sedang berjalan.

Ketua POAK yang juga Ketua Presidium Tim 11, Andin Syamsir mengatakan, tuntutan dalam aksi yang dilakukan hari ini mengacu pada aksi demo lalu yakni menginginkan tenaga kerja lokal diterima bekerja dalam kegiatan proyek RDMP Refinery Unit V Balikpapan.

“Tuntutan kami sangat jelas, bahwa kami meminta kejelasan dari Pertamina tentang tenaga kerja lokal, khususnya warga Balikpapan untuk bisa bekerja di proyek RDMP RU V Balikpapan, pengusaha lokal diakomodir, serta CSR dibuktikan dengan fakta dan kasus tumpahan minyak yang juga belum terselesaikan,” kata Andin saat ditemui wartawan.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan massa dari sejumlah ormas kedaerahan yang tergabung dalam POAK dan Tim 11 menuntut Pertamina lebih transparan dalam penerimaan tenaga kerja lokal.

Andin menambahkan, dari kesepakatan yang sudah dilakukan pada 2018 lalu antara sejumlah ormas yang tergabung di POAK dengan Pertamina RU V Balikpapan akan memprioritaskan untuk melibatkan tenaga kerja lokal, utamanya putra daerah.

“Mengenai tenaga kerja lokal Balikpapan yang kemarin kita serahkan sebanyak 3.016, sampai saat ini belum diterima sesuai dengan yang kami harapkan. Kami cek pertama itu hanya 21 orang, beberapa waktu lalu kami cek lagi dan data dari Disnaker Balikpapan tercatat hanya 162 orang. Ini jelas membuat kami kecewa,” jelas Andin.

Sementara perusahaan-perusahaan yang di bawahnya RDMP banyak mengambil data dari Tim 11. Sayang, hanya data yang diambil sedangkan pekerjanya tidak dipekerjakan.

“Ini adalah suatu pelecehan buat masyarakat Balikpapan. Kami juga menyayangkan sikap Pertamina yang selama ini selalu membanding-bandingkan akademisi lokal dengan akademisi luar Balikpapan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Andin meminta Pertamina transparan tentang penerimaan tenaga kerja yang saat ini bekerja di proyek RDMP Pertamina Balikpapan. Permintaan untuk mempekerjakan warga Balikpapan itu adalah hal yang wajar karena proyek RDMP berlokasi di Kota Beriman Balikpapan.

Ketua Tim 11 yang juga Ketua POAK, Andin Syamsir (memegang kertas) menunjukkan bukti kesepakatan bersama Pertamina tentang penerimaan tenaga kerja lokal.

Terkait pernyataan Pertamina di media yang telah mempekerjakan tenaga kerja lokal sebanyak 1.645 orang, Andin mempertanyakan data tersebut diperoleh dari mana. “Sampai saat ini kalau 1.645 orang kenapa tenaga kerja yang kita salurkan di Disnaker Balikpapan belum terakomodir sepenuhnya. Apa yang disampaikan Pertamina kami menyangkal,” terang Andin.

“Semua tahu bahwa tidak ada keterbukaannya Pertamina dalam menerima tenaga kerja lokal. Kepala Disnaker Balikpapan juga menyampaikan tenaga kerja kita dianggap tidak punya kompetensi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pertamina melalui Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia (MP2) Ignatius Tallulembang dalam siaran resminya menyampaikan bahwa pembangunan proyek RDMP sesuai dengan program pemerintah untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategi ekonomi domestik.

“Kilang ini akan meningkatkan produksi dari 260 ribu barrel per hari menjadi 360 ribu barrel per hari. Hingga kini, proyek tersebut sudah menyerap 1.645 pekerja lokal Balikpapan untuk membangun kilang tersebut,” ujar Ignatius.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here