Atasi Persoalan PPDB 2020, Komisi IV Cari Formulasi Terbaik

0
461

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih menjadi bahan bahasan bagi anggota DPRD Balikpapan. Pasalnya, persoalan PPDB baik tingkat SD, SMP maupun SMA dan SMK, masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan untuk segera dilakukan pembenahan mengingat jumlah anak yang mau masuk sekolah tidak berbanding lurus dengan jumlah sekolah yang ada di kota ini.

Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Muhammad Taqwa mengatakan, penerimaan siswa baru di 2020 ini masih menjadi perhatian DPRD Balikpapan. Apalagi pelaksanaan PPDB tak lama lagi akan berlangsung, yang notabene akan menimbulkan gejolak di masyarakat karena minimnya jumlah sekolah yang ada di Balikpapan.

“PPDB di Balikpapan beberapa tahun terakhir ini sedikit menjadi masalah karena banyak jumlah usia sekolah yang tidak terakomodir di sekolah-sekolah yang menjadi tujuan mereka mendaftar,” kata Muhammad Taqwa saat ditemui wartawan di Kantor DPRD Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, Senin (06/01/2020).

Menurut Taqwa, demikian dia disapa, di 2020 ini Komisi IV DPRD Balikpapan akan fokus mencarikan formulasi terbaik untuk mengatasi persoalan PPDB, karena memang belum ada finalisasi terkait persoalan tersebut. Apalagi adanya aturan baru dari Kementerian Pendidikan Republik Indonesia, yang membuat Disdikbud Kota Balikpapan ikut menyesuaikan, baik berkaitan dengan kurikulum maupun sistemnya.

“Lepas dari masalah itu, slot maupun kuota dari siswa siswi yang akan bersekolah ini akan kita carikan formulasi yang baik. Pelajaran kemarin yang sudah kita lewati bersama, tentu akan ada penyempurnaan-penyempurnaan. Sekali lagi, kami dari Komisi IV DPRD Balikpapan selaku mitra dari Disdikbud Balikpapan belum bisa menyampaikan secara spesifik teknisnya seperti apa, dan kita terus mencari formulasi yang tepat,” tambah Taqwa.

Politisi Partai Gerindra Balikpapan ini menambahkan, untuk menyelesaikan persoalan PPDB tersebut tidak bisa 100 persen. Namun, minimal ada perbaikan pelaksanaan kegiatan PPDB dan menampung lebih banyak siswa. Sistem yang sudah diterapkan di tahun-tahun sebelumnya, ada kemungkinan berubah mekanismenya.

Karena, jelas Taqwa, jumlah siswa siswi yang lulus sekolah sampai hari ini juga belum terdeteksi jumlahnya. Yang pasti, menurut analisa Komisi IV DPRD Balikpapan, jumlah siswa kemudian dibandingkan dengan ruang kelas maupun sekolah memang belum berbanding lurus dan pasti tetap akan ada droping atau penyesuaian-penyesuaian.

“Namun percayalah, Komisi IV DPRD Balikpapan dan Disdikbud Balikpapan akan mencari formulasi-formulasi yang terbaik untuk menyikapi PPDB di Balikpapan 2020. Minggu depan insya Allah kita akan stressing disitu dan kita akan panggil kembali Disdikbud Balikpapan untuk membicarakan khusus masalah PPDB ini,” tandasnya.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here